SUMBERSARI, Radar Jember - Keberadaan Pantai Watu Ulo, Payangan, dan Tanjung Papuma yang berdekatan dan struktur kepemilikan yang berbeda menjadi pokok permasalahan disertasi yang dilakukan oleh M. Hamdi HS.
Potensi yang dimiliki oleh ketiga tempat tersebut sebenarnya cukup tinggi. Namun, pengelolaannya selama ini belum maksimal sebagai objek wisata tujuan utama dari Jember.
Tiga wisata yang berada pada lokasi yang berdekatan tersebut menurutnya lebih menarik jika dibandingkan dengan wisata lain.
Akan tetapi, masyarakat masih lebih memilih lokasi lain. Hamdi menyebut, dari puluhan masalah yang ada di tempat wisata tersebut, masalah utamanya yakni rasa memiliki.
Dari ketiga tempat wisata itu, pihak sekitar kurang rasa memiliki dan support dari banyak pihak tidak ada.
Jika ketiga wisata tersebut mau dikelola dengan baik, maka di level masyarakat harus saling memiliki.
“Bagaimana menumbuhkan agar masyarakat memiliki rasa memiliki, maka nilai-nilai masyarakat harus dilibatkan,” jelasnya, beberapa waktu lalu.
Mengatasi kompleksnya permasalahan yang ada, Hamdi menawarkan solusi terkait cara menyelesaikan tata kelola dan kelembagaan di tempat wisata tersebut.
Berdasarkan hasil risetnya, dalam menanganinya tidak cukup tata kelola saja.
“Tidak cukup hanya penyelesaian regulasi. Tetapi, juga harus dilibatkan nilai-nilai yang ada di masyarakat,” ucapnya.
Urgensinya ialah memberikan solusi konstruktif terhadap pola penyelesaiannya.
Jika sudah ada aturannya, tegakkan dengan baik dan libatkan unsur publik, masyarakat, civil society, dan swasta.
“Jika memang regulasinya hanya melibatkan yang terlihat saja, yang tidak terlihat seperti masyarakat harus dilibatkan. Diajak diskusi dan sebagainya,” tambahnya lagi.
Menurutnya, Pemkab Jember tidak perlu mencari langkah berkolaborasi, tetapi harus dibenahi terlebih dulu. “Setelah semua dibenahi baru tahap selanjutnya yakni mengolaborasikan,” ujar Hamdi.
Dari solusi penyelesaian yang telah dibuat dalam disertasinya, langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Hamdi yakni menerbitkan disertasi tersebut di jurnal yang bereputasi.
Jika nantinya Pemkab Jember membutuhkannya pihaknya siap memberikan dan mendiskusikan.
“Tetapi, selama ini banyak naskah akademik yang belum terealisasi secara optimal oleh Pemkab Jember. Jadi, lebih baik efektivitasnya dijurnalkan saja,” pungkasnya. (cad/c2/nur)
Editor : Radar Digital