PATRANG, Radar Jember - Masih ingat dengan Mohammad Abil Pratama, bocah asal Ambulu yang kulitnya sempat melepuh, beberapa waktu lalu? Setelah mendapatkan perawatan di RSD dr Soebandi, kini bocah tersebut sudah pulang.
Kondisinya pun telah membaik. Kulitnya yang melepuh itu telah kering dan tidak mengalami sakit ataupun kepanasan lagi.
Meski demikian, dia tetap disarankan untuk kontrol ke dokter spesialis kulit dan dokter spesialis mata.
Abil dipulangkan sejak 20 Januari lalu, setelah tidak ada keluhan fisik yang dialami oleh bocah berusia 14 tahun tersebut. Demamnya pun sudah tidak ada, tidak lagi mengalami dehidrasi, sudah bisa makan minum dengan baik, dan tidak ditemukan infeksi sekunder.
Dokter spesialis anak RSUD dr Soebandi Jember, dr Gebyar Tri Baskoro, mengatakan, melepuhnya kulit Abil sudah mengering. Kondisinya sudah membaik sehingga bisa dipulangkan.
Namun demikian, dia menyarankan untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. “Waktu dipulangkan suhu badannya stabil dan normal,” katanya.
Untuk memastikan kondisi anak tersebut tetap baik-baik saja, serta proses penyembuhan berjalan dengan cepat, dr Gebyar menyarankan agar Abil tetap melakukan kontrol di RSD dr Soebandi ke dokter spesialis kulit dan dokter spesialis mata.
Hal tersebut dinilai sebagai upaya perawatan yang tepat.
“Harus dijaga agar tidak ada infeksi sekunder lagi,” tuturnya.
Sebagai informasi, bocah tersebut sebelumnya mendapatkan penanganan dari tiga dokter spesialis RSD dr Soebandi sekaligus. Yakni dokter spesialis anak, dr Gebyar Tri Baskoro, dokter spesial kulit dan kelamin dr Anselma Dyah Kartikahadi, serta dokter spesialis mata.
Dikonfirmasi terpisah, dokter spesialis kulit dan kelamin RSD dr Soebandi, dr Anselma Dyah Kartikahadi, mengatakan, kulit anak tersebut melepuh akibat komplikasi, karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan.
Namun demikian, sebelum dipulangkan kondisinya sudah membaik.
“Kalau kulitnya memang sudah membaik,” katanya.
Kulit Abil melepuh setelah dia mandi di sungai di wilayah Kecamatan Ambulu bersama teman-temannya, serta makan ikan jenis tongkol.
Beberapa saat kemudian, bocah itu mengeluhkan matanya sakit dan kulitnya mulai muncul ruam. Kemudian, dibelikan obat oleh keluarganya.
Namun, kondisinya justru semakin parah, sehingga dirujuk ke RSD dr Soebandi. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital