Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Latihan di Padepokan, Pesilat Jember Ini Meninggal, CEK KRONOLOGINYA

Radar Digital • Minggu, 21 Januari 2024 | 05:54 WIB
Olah TKP: Tim Inafis Polres Jember bersama Satreskrim Polres saat mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp). (Inafis untuk Radarjember)
Olah TKP: Tim Inafis Polres Jember bersama Satreskrim Polres saat mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp). (Inafis untuk Radarjember)

JEMBER, RADARJEMBER.ID - Seorang anggota salah satu pesilat di Jember meninggal saat mengikuti latihan bersama di Padepokan di Kecamatan Sukorambi, Jember pada Jumat (19/1/2024) pukul 17.00 wib.

Korban berinisial FA, 18, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari.

Sebelum dinyatakan meninggal, korban bersama 13 orang temannya yang merupakan anggota salah satu perguruan pencak silat di Jember seperti biasa mengikuti latihan rutin di Padepokan di wilayah Sukorambi.

Saat itu korban bersama 13 temannya mengikuti latihan di halaman padepokan.

Dengan menghadap ke timur dipimpin pelatihnya, setelah melakukan berdoa dilanjutkan dengan gerakan pemanasan seperti lari kecil, lari tinggi ditempat, lari cepat ditempa, push-up, set-up selama 1 jam hingga 2 jam.

Selanjutnya korban bersama temannya duduk dan membentuk lingkaran dengan posisi pelatih berada ditengah tengah lingkaran.

Kemudian secara bergantian melalukan tendangan C, pukulan depan dan pukulan samping. Siswa secara bergantian menyerang ke arah pelatih yang dilakukan oleh siswa kurang lebih 8 menit.

Pada saat korban melakukan tendangan C, tiba-tiba berhenti dan ijin untuk kekamar mandi kepada pelatihnya.

Korban mengaku sakit. Saat ke kamar kecil yang kedua dia tidak kunjung kembali, hingga membuat pelatih dan teman-temannya curiga.

Saat dicek oleh temannya, korban ditemukan tergeletak di lorong kamar kecil itu. Korban lalu digendong, dilarikan ke IGD Puskesmas Mangli yang hanya berjarak 2 Km dari Padepokan.

Tetapi, setelah orang tua datang ke Puskesmas, keluarga meminta agar korban dirujuk ke Rumah Sakit Siloam, di Kaliwates. Namun korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga korban menolak proses autopsi yang diajukan polisi, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Namun, polisi tetap melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

DILARIKAN KE RS: Situasi Rumah Sakit Siloam, korban sempat dilarikan ke rumah sakit ini, namun nyawanya sudah tidak tertolong. (JUMAI/RJ)
DILARIKAN KE RS: Situasi Rumah Sakit Siloam, korban sempat dilarikan ke rumah sakit ini, namun nyawanya sudah tidak tertolong. (JUMAI/RJ)

"Setelah menerima laporan, adanya siswa perguruan meninggal saat latihan langsung melakukan pengecekan. Tim Inafis bersama Satreskrim langsung mendatangi tkp tempat korban mengikuti latihan," kata AKP Agus Yudi Kurniawan Kapolsek Sukorambi.

"Korban setelah dilarikan ke IGD Puskesmas Mangli selanjutnya dirujuk ke IGD RS Siloam karena permintaan orang tuanya. Di rumah sakit itu akhirnya korban dinyatakan meninggal pada Jumat (19/1/2024) pukul 20.00," imbuh Agus.

Setelah polisi melalukan olah tkp, bahwa latihan silat itu melibatkan satu orang pelatih, dan 13 siswa.

"Mereka kumpul dari pukul 15.00 WIB, pemanasan, dan materi latihan. Nah, dalam kegiatan itu, ada salah satu korban ijin ke kamar mandi. Saat itu, dia mengaku tidak enak badan. Tapi kemudian, ikut latihan sampai waktu istirahat," kata Kapolsek.

"Dari hasil pemeriksaan luar di RS siloam bahwa tidak tampak ada penganiayaan pada tubuh korban. Namun, keluarga enggan untuk dilakukan otopsi dan menerima dengan iklas bahwa kejadian tersebut sebagai musibah," pungkasnya. (jum/bud)

Editor : Radar Digital
#silat #Jember #meninggal