Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kasus Bocah Ambulu yang Kulitnya Melepuh Terkena Penyakit TEN dan SJS, Murni Alergi Obat

Radar Digital • Jumat, 19 Januari 2024 | 23:20 WIB
“Makanya diperlukan konsultasi dengan dokter, untuk menentukan penyakit dan jenis obatnya,”  dr Anselma Dyah Kartikahadi SpK  Dokter spesialis kulit dan kelamin RSD dr Soebandi
“Makanya diperlukan konsultasi dengan dokter, untuk menentukan penyakit dan jenis obatnya,” dr Anselma Dyah Kartikahadi SpK Dokter spesialis kulit dan kelamin RSD dr Soebandi

PATRANG, Radar Jember - Kejadian melepuhnya kulit bocah asal Desa/Kecamatan Ambulu, Mohammad Abil Pratama, masih menyisakan tanda tanya. Khususnya berkaitan dengan penyebab penyakit yang dideritanya. Sebelumnya diduga karena mengonsumsi ikan tongkol dan mandi di sungai. Terbaru, ada dugaan disebabkan alergi obat.

Dokter spesialis kulit dan kelamin RSD dr Soebandi dr Anselma Dyah Kartikahadi Sp.K menjelaskan, penyakit toxic epidermal necrolysis (TEN) dan Stevens Johnson Syndrome (SJS) murni karena alergi obat. Bukan karena makanan dan lainnya.

Abil memang sempat diberikan obat berupa parasetamol dari bidan. Gejala tak kunjung membaik, kemudian periksa di puskesmas dan dirujuk ke RSD dr Soebandi. Kini, Abil kondisinya mulai membaik. Kulitnya yang melepuh mulai mengering.

dr Anselma juga mengatakan, penyakit yang diderita Abil masuk dalam kategori kegawatdaruratan kulit. Dalam istilah medis disebut dengan SJS. Penggunaan obat diduga sebagai penyebab terjadinya hal tersebut. Bukan karena mandi di sungai atau makan tongkol. “Makanya diperlukan konsultasi dengan dokter, untuk menentukan penyakit dan jenis obatnya,” katanya.

Oleh sebab itu, dia menyarankan kepada masyarakat, jika mengalami sakit atau indikasi kegawatdaruratan seperti yang dimaksud, agar segera berkonsultasi dengan dokter. Supaya mendapatkan penanganan dan obat yang tepat. Selain itu, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya bertambah parah dan sebagainya.

Anselma menjelaskan, pada kasus lain alergi terhadap kulit dapat disebabkan oleh obat. Reaksi obat yang paling sering terjadi adalah antibiotik golongan penisilin. Disusul oleh nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) atau obat antiinflamasi nonsteroid, serta obat psikiatri atau obat saraf. “Kalau obat yang dibeli di warung tidak pas, maka bisa terjadi alergi,” tuturnya.

Dalam kasus Abil Pratama, tiga dokter spesialis sekaligus yang menangani di RSD dr Soebandi. Meliputi dokter spesialis anak, dokter spesialis mata, juga dokter spesialis kulit dan kelamin, termasuk dr Anselma. (ham/c2/dwi)

Grafis

Alergi obat adalah kondisi yang dapat menimpa siapa saja, baik pria, wanita, anak kecil, ataupun dewasa. Agar tidak terjadi alergi obat kembali, maka pasien perlu menceritakan riwayat kesehatan, termasuk memiliki alergi obat tertentu. Alergi obat terjadi sebagai reaksi abnormal dari sistem imun terhadap obat-obatan. Reaksi ini muncul karena sistem kekebalan tubuh menganggap zat tertentu dalam obat tersebut sebagai hal dapat membahayakan tubuh.

dr Anselma Dyah Kartikahadi SP K, dokter spesialis kulit dan kelamin RSD dr Soebandi, menyebut obat yang kerap menjadi reaksi alergi pada kulit, di antaranya:

Penisilin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Beberapa obat yang merupakan golongannya antara lain amoksisilin, ampisilin, penisilin prokain, dan phenoxymethylpenicillin.

Adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan menurunkan demam non steroid anti inflamasi drug (NSID).

 

Editor : Radar Digital
#Jember #alergi obat