JEMBER KIDUL, Radar Jember – Penyeberangan orang dengan model pelican crossing, yaitu dilengkapi zebra cross hingga alat bantu sirene dan traffic light, ternyata tidak begitu difungsikan oleh warga Jember. Hal itu tampak ketika warga tidak menekan tombol pelican crossing saat menyeberangi Jalan Sultan Agung di dekat Masjid Jami.
Hal ini dibenarkan oleh salah satu penjaga parkir di kawasan tersebut, Hermanto. Dia mengatakan, kebanyakan orang yang menyeberang tidak jauh dari kendaraan yang diparkir. “Biasanya kebanyakan beralasan jauh, karena yang ingin mereka kunjungi berada di depan kendaraannya. Padahal ada fasilitas untuk keamanan penyeberang jalan,” ujarnya.
Meskipun terdapat dua titik media penyeberangan di lokasi tersebut, Hermanto menyebut, masih banyak orang yang menyeberang seenaknya. Terutama di pagi hari. Karenanya, dia merasa kewalahan untuk membantu orang menyeberang. “Mau tidak mau kan pasti harus saya bantu,” jelasnya.
Salah satu pengguna fasilitas pelican crossing, Fatiyah, mengaku, kemungkinan banyak orang yang enggan menggunakan karena harus menunggu agak lama. Apalagi, pengendara yang melintas masih banyak yang tidak menghiraukan rambu berhenti untuk mendahulukan penyeberang jalan. “Saya aja meskipun sudah menekan tombol pelican masih menunggu agak sepi,” terangnya.
Dia berharap kepada pengguna jalan, baik pejalan kaki yang mau menyeberang maupun pengendara bermotor, agar lebih memperhatikan rambu lalu lintas. Terutama traffic light untuk penyeberang. (mg2/c2/dwi)
Editor : Radar Digital