KEPATIHAN, Radar Jember - Tepat setahun yang lalu, Jember melakukan kerja sama untuk mendapatkan pesawat perintis dari perusahaan aviasi di Malang. Sayangnya, hanya bertahan beberapa bulan. Akibatnya, Bandara Notohadinegoro di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, tak lagi melayani penerbangan jurusan Jember- Surabaya dan sebaliknya.
Belajar dari pengalaman tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Jember tengah bernegosiasi untuk mendapatkan pesawat carter. Ini agar bisa disewa oleh masyarakat sewaktu-waktu.
Kepala Dishub Jember Agus Wijaya mengaku sudah mempelajari karakter masyarakat kebanyakan di Jember. Terutama soal pilihan moda transportasi. Pihaknya berupaya mencari investor dan melakukan kerja sama dengan perusahaan aviasi kembali. Dikatakan, sudah ada investor yang siap menyediakan satu pesawat carter untuk disewakan.
Akhir Desember lalu, kata dia, sudah dilakukan uji coba selama dua hari. Pesawat dengan kapasitas penumpang tiga orang itu direncanakan siap beroperasi pada 16 Januari mendatang. “Tinggal menunggu jadwal untuk bertemu dengan bupati,” jelasnya.
Pesawat carter yang didatangkan bisa dipesan melalui website. Bujet yang ditawarkan ialah Rp 5 juta untuk satu jam perjalanan. “Kapan pun dan ke mana pun akan dilayani,” sebut Agus.
Pemberangkatan tak hanya dari Bandara Notohadinegoro. Dia mengulas, calon penumpang bisa dijemput dari bandara mana saja, baik Surabaya, Yogyakarta, maupun Jakarta. “Pokoknya satu jam ya Rp 5 juta dengan kapasitas empat orang, termasuk satu pilot,” paparnya.
Strategi pemasaran baru itu menurutnya akan lebih efektif untuk menggaet penumpang menggunakan pesawat. Sebab, jadwal dan tujuan keberangkatan bisa diatur sendiri menyesuaikan kebutuhan. “Mau keliling Jember untuk berwisata juga bisa. Tentukan sendiri jadwal dan tujuannya,” pungkas Agus. (sil/c2/nur)
Editor : Radar Digital