MAYANG, Radar Jember – Pemilihan lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) perlu diperhatikan. TPS tidak seharusnya mengganggu aktivitas warga atau sesuatu yang berada di sekitarnya. Seperti yang terjadi di TPS Desa/Kecamatan Mayang. Lokasinya yang berada di pinggir sungai rentan longsor dan menjadi penyebab banjir.
Sekretaris Desa Mayang Restuning Pinasih mengatakan, sampah di TPS yang terletak di Jalan Merapi tersebut kerap jatuh ke sungai. TPS Mayang tidak terlalu luas. Apalagi, berada di pinggir sungai dan tidak ada pagar pembatas. “Jika tidak merembet ke jalan sampahnya, ya, merembet ke sungai. Memang beberapa kali jatuh ke sungai karena itu ada di pinggir sungai pas. Apalagi kalau musim hujan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (28/11).
Sekdes yang akrab disapa Restu itu menambahkan, TPS di pinggir jalan tidak semua ada pagar pembatas dengan sungai. Sehingga, sampah juga rentan longsor ke sungai dan menimbulkan penyumbatan. Panjang TPS yang berbatasan dengan sungai itu sekitar 15 meter. Sementara, area yang dipagari tidak sampai setengahnya. “Pagar itu pun baru dibuat oleh anak KKN kolaboratif yang membangun. Tapi, dananya dari desa. KKN kolaboratif hanya mengajukan, kemudian jadi pelaksananya,” ungkapnya.
Ketika ditanya terkait kemungkinan ditambahnya panjang pagar, Restu mengatakan, tentu saja itu mungkin dilakukan. Sebab, pihaknya juga berusaha mencegah sampah jatuh ke sungai. Dia mengatakan, tahun depan target membangun tambahan pagar. “Kemungkinan tahun 2024 ini dianggarkan untuk menambah pagarnya itu,” ungkapnya.
Untuk sementara, kata Restu, solusi jangka pendek dengan cara sampah cepat diangkut. Pengangkutan sampah rutin dilakukan setiap hari, setiap pukul 11 siang. “Ya, sesuai namanya. Itu kan tempat pembuangan sementara. Jadi, harus cepat-cepat diangkut, terus dibawa ke TPA Pakusari. Karena, kalau tidak seperti itu, sampahnya akan jatuh ke sungai dan aromanya juga mengganggu pengendara yang lewat,” ujarnya.
Beruntung, sampai saat ini sampah TPS yang jatuh ke sungai tidak membuat sungai tersumbat apalagi banjir. Namun, Restu mengaku, pemerintah Desa Mayang tetap waspada saat memasuki musim hujan seperti sekarang. Sebab, debit air meningkat. “Kalau banjirnya dulu karena pintu di dam yang di atas tidak dibuka. Jadi, airnya mengalir ke samping TPS semua. Tapi, bukan karena sampah TPS,” pungkasnya. (mg1/c2/dwi)
Editor : Radar Digital