Menanam pohon merupakan kegiatan yang penting untuk menjaga lingkungan hidup. Apalagi di tengah isu perubahan iklim yang santer seperti sekarang. Di Jember, ada tempat yang menyediakan bibit tanaman gratis bagi warga.
TEMPAT persemaian bibit ini ada di Jalan Perkebunan Durjo, Dusun Gendir, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi. Di tempat ini, orang maupun kelompok bisa mengajukan permintaan bibit secara gratis, tentunya untuk ditanam.
Persemaian Permanen Jember ini menyediakan jutaan bibit tanaman. Jenis tanamannya pun beragam. Targetnya, persemaian ini bisa menyediakan bibit tanaman dalam jumlah cukup bahkan berkelanjutan untuk masyarakat. Persemaian ini berada di bawah tata kelola Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Brantas Sampean.
Manajer Persemaian Permanen Jember Hery Andrianto mengatakan, persemaian ini sengaja menyediakan bibit gratis untuk masyarakat. Dia mengatakan, hal ini bertujuan untuk mendukung kegiatan penanaman. “Selain itu, ini juga untuk mengurangi jumlah lahan kritis di masyarakat,” katanya saat dihubungi, Selasa (21/11) kemarin.
Hery juga mengatakan, bibit gratis diperuntukkan kepada beberapa elemen masyarakat. Mulai dari kelompok masyarakat, kelompok tani, organisasi masyarakat. Selain itu, instansi atau lembaga pemerintah, dan pihak swasta. “Pihak swasta ini tapi bukan yang CSR (corporate social responsibility). Bisa juga buat lembaga pendidikan. Entah itu sekolah, madrasah, perguruan tinggi, maupun pondok pesantren. Bahkan ini juga bisa untuk perseorangan,” ujarnya.
Hery menjelaskan, jenis tanaman yang diproduksi di persemaian ini memperhatikan minat masyarakat dan kesesuaian tempat tumbuh. “Selain itu juga memperhatikan ketersediaan sumber benih. Tanaman lokal juga ada. Soalnya ini juga dalam upaya untuk melestarikan tanaman unggulan lokal,” tambahnya.
Tanaman yang tersedia adalah sengon, sirsak, nangka, durian petai, kelengkeng, matoa, jambu merah, cemara udang, kayu putih, alpukat, dan jati. “Ada juga gamelina, tabebuya. Cuma sekarang tabebuya tidak terlalu banyak. Ada juga trembesi, mahoni, asem, balsa, glodokan tiang, jengkol, sukun kopi, kaliandra, randu, dan lamboro,” katanya.
Hery juga menambahkan, adanya persemaian ini diharapkan dapat melayani produksi bibit dan kebutuhan penanaman masyarakat. Menurutnya, area penanaman bisa bermacam-macam. Baik hutan rakyat maupun penghijauan lingkungan. “Kalau penghijauan ini biasanya ditanam di lahan masyarakat, fasilitas umum seperti pasar, sekolah, perumahan, atau juga kanan kiri sungai dan pinggiran jalan,” katanya.
Namun, Hery memperingatkan, ada syarat tertentu jika hendak meminta bibit. Seperti mengisi surat permintaan bibit dan membawa KTP. Jika dari instansi, maka ditandatangani oleh kepala instansi. Sementara, jika dari kelompok tertentu, surat permohonan ditandatangani ketua kelompok serta diketahui pihak kepala desa. “Kalau perorangan ditambah bawa KTP saja,” pungkasnya. (c2/nur)
Editor : Radar Digital