Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita di Balik Monumen Triumviraat sebagai Simbol Apresiasi Perintis Universitas Jember

Radar Digital • Minggu, 19 November 2023 | 02:30 WIB
Kredit foto: Dok Radar Jember
Kredit foto: Dok Radar Jember

RADARJEMBER.ID – Universitas Jember (Unej) memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan Kabupaten Jember.

Saat awal berdirinya, Unej memiliki lebih dari 20 ribu mahasiswa dari berbagai daerah yang menjadi potensi ekonomi besar untuk Jember.

Keberadaan Unej juga mendorong pertumbuhan ekonomi dengan munculnya usaha kos-kosan dan aktivitas usaha di sekitar kampus.

Kehadiran Unej memberikan identitas bagi Kota Jember sebagai salah satu kota pendidikan utama di Jawa Timur, selain Surabaya dan Malang.

 Pada masa rintisan pendirian Universitas Jember, Ir. Suhardjo Widodo MS yang merupakan putra keempat dari mantan Bupati Jember, alm. R. Soedjarwo turut terlibat.

Awalnya, gagasan tentang pendirian universitas di Jember muncul dari tokoh seperti Dr. R. Achmad, R. Th. Soengedi, dan M. Soerachman.

Mereka mendirikan Yayasan Tawang Alun yang bertujuan mendirikan Universitas Tawang Alun (Unita), awalnya hanya dengan satu fakultas, yaitu Fakultas Hukum.

Pada tahun 1959 tuntutan untuk pengembangan Unita semakin besar. R. Soedjarwo yang saat itu menjabat sebagai Bupati Jember sekaligus Ketua Yayasan Unita memberikan perhatian besar terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Jember.

Dalam kondisi keterbatasan anggaran pemerintah, ia bersama tokoh masyarakat mendirikan Yayasan Pendidikan Kabupaten Jember (YPKD) mengumpulkan dana dari masyarakat dengan cara unik seperti pengumpulan buah kelapa dan botol kosong untuk dijual demi mendukung dunia pendidikan.

Soedjarwo dikenal sebagai “Bupati Botol Kosong” yang membantu membangun banyak sekolah termasuk gedung-gedung untuk Unita.

Ia juga turut mendirikan gedung kampus Unita di Jalan PB Sudirman. Perlahan tapi pasti, Unita berkembang dengan penambahan fakultas seperti Fakultas Sosial Politik, Kedokteran, Keguruan Ilmu Pendidikan, dan Pertanian.

Pada perkembangannya, Unita mengundang bantuan dari USAIS untuk memperoleh alat laboratorium dan buku-buku.

Meskipun awalnya Tegalboto dianggap sebagai daerah terpencil, R. Soedjarwo memimpikan pembangunan kampus Universitas Jember di sana yang kemudian terwujud.

Namun, upaya menjadikan Unita sebagai universitas negeri mengalami hambatan.

Meskipun terjadi integrasi dengan Universitas Brawijaya Malang, akhirnya pada 9 November 1964, Universitas Negeri Jember (Unej) didirikan berdasarkan SK Menteri PTIP No. 153 tahun 1964.

Sejak saat itu, Unej terus berkembang pesat. Dua rektor terakhir, Prof. Dr. Kabul Santoso MS dan Dr. Ir. T Sutikno MSc juga memainkan peran penting dalam kemajuan universitas ini.

Menilik perjalanan panjang Unej yang mengalami pertumbuhan pesat, maka dari itulah dibangun patung para perintis sebagai apresiasi karena telah bekerja keras membangun pendidikan di Jember. Para pendiri tersebut, yaitu Dr. R. Achmad, R. Th. Songedi dan M. Soerachman. (mm6/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #patung #UNEJ