Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Minat Baca Masyarakat Turun, Perpusda Jember Terus Berinovasi dan Layani Pembaca

Radar Digital • Senin, 13 November 2023 | 18:40 WIB
GEMAR MEMBACA: Perpustakaan dikunjungi sejumlah pembaca yang meminjam buku.
GEMAR MEMBACA: Perpustakaan dikunjungi sejumlah pembaca yang meminjam buku.

Dalam menjalankan program pemerintahan tentu butuh anggaran yang sesuai. Supaya pelayanan kepada masyarakat tetap terlaksana dengan baik. Namun, bagaimana jika anggarannya kecil, seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember?

PENATAAN buku di perpustakaan selalu rapi, sesuai dengan klasifikasinya. Ada ribuan buku yang terpajang di ruangan tersebut. Sejumlah pengunjung juga tampak sibuk mencari buku bacaannya. Hal ini menjadi pemandangan yang biasa terlihat di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jember.

Keberadaan perpusda tentu memiliki dampak yang baik untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Sebab, hingga saat ini tingkat minat baca di Indonesia masih tergolong cukup rendah. Sayangnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jember menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang menerima anggaran cukup minim dari APBD.

Meski demikian, mereka tetap berupaya untuk melakukan program kerja yang sudah direncanakan sebelumnya. Termasuk melakukan penambahan buku bacaan di perpusda, serta pemeliharaan terhadap arsip yang ada. Jika dibandingkan dengan anggaran yang tertera di APBD dengan fungsinya untuk mencerdaskan anak bangsa, maka hal ini tentu tidak seimbang.

Kepala Disperpusip Jember Achmad Imam Fauzi mengaku belum bisa mengukur maksimal atau tidaknya penyerapan dana APBD pada tahun ini. Sebab, menurutnya masih ada beberapa waktu yang dapat digunakan untuk melakukan program, sesuai dengan perencanaan yang dibuat sebelumnya. “Dikatakan maksimal itu kalau sudah 31 Desember 2023,” terangnya.

Selain itu, Imam juga mengatakan, dengan anggaran yang terbatas, program kerja yang direncanakan sebelumnya hampir semua berjalan dengan baik. Walau demikian, dia tidak menjelaskan secara pasti apa saja programnya. Kemudian, menurutnya, tingkat keberhasilannya baru bisa diukur pada akhir tahun. “Kalau terkait APBD, tanyakan ke TPAD saja,” imbuhnya sembari tersenyum.

Dalam waktu dekat Imam mengaku juga akan melakukan lomba bertutur untuk siswa SD/MI di Jember. Mereka diminta untuk menceritakan cerita rakyat yang ada di Indonesia atau cerita lokal yang ada di Kota Suwar-Suwir.

Hal tersebut dianggap penting, karena Imam menilai, bertutur merupakan tradisi lisan yang tumbuh di tengah masyarakat untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan tentang suatu hal. Hal itu juga dianggap memiliki peran strategis untuk menyampaikan kabar dan kebenaran, serta membentuk persepsi. “Harus ditopang dengan membaca, agar informasinya berkualitas,” tegasnya.

Lomba yang digelar dengan anggaran minim itu diharapkan bisa mengangkat cerita rakyat di Jember maupun daerah lainnya. Sehingga semakin dikenal oleh masyarakat umum, khususnya kalangan anak-anak. Agar mereka bisa lebih mencintai kekayaan budaya yang ada di daerahnya masing-masing. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #perpustakaan daerah