Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Buntut Dugaan Penipuan Travel Umroh PT Zamzam, Delapan Agen Diperiksa Polisi

Radar Digital • Minggu, 12 November 2023 | 15:46 WIB
“Saya bentuk tim supaya cepat. Kami serius, karena jumlah korbannya mencapai 43 orang.”  AKP ABID UAIS AL-QARNI AZIZ  (Kasat Reskrim Polres Jember)
“Saya bentuk tim supaya cepat. Kami serius, karena jumlah korbannya mencapai 43 orang.” AKP ABID UAIS AL-QARNI AZIZ (Kasat Reskrim Polres Jember)

SUMBERSARI, Radar Jember – Kelanjutan kasus yang menyeret perusahaan travel perjalanan umroh, PT Berkah Zamzam Wisata, terus bergulir di kepolisian. Belum lama ini, polisi kembali memeriksa sedikitnya 8 agen yang bernaung dibawah PT Zamzam itu, Jumat petang (10/11) lalu, di Mapolres Jember.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz mengatakan, pemeriksaan tersebut sebagai kelanjutan proses untuk menindaklanjuti dugaan penipuan terhadap puluhan jamaah umroh Jember, yang kabar penelantarannya viral di berbagai media sosial, belum lama ini. “Hari ini Penyidik kami memeriksa agen-agen, ada sekitar 8 agen yang hari ini diperiksa," katanya, kepada wartawan di ruang kerjanya, (10/11).

Menurut Abid, kasus travel umroh ini telah atensi publik. Sehingga, ditangani kepolisian dirasa perlu mengusutnya secara intensif dan mendalam, dengan membentuk tim khusus yang beranggotakan 7 orang penyidik. “Saya bentuk tim supaya cepat terbagi tugasnya masing-masing. Kami serius, karena jumlah korbannya mencapai 43 orang,” ungkapnya.

Sejauh ini polisi baru menemukan bukti petunjuk adanya dugaan pidana itu pada tiket pesawat yang ditengarai tidak sesuai dengan perjanjian awal dengan para jamaah umroh. Abit bahkan menyebut, agen dan PT Zamzam sengaja membeli tiket pesawat dengan sistem tembak. “Tiket pesawat sistem tembak. Tidak disediakan dari awal, tapi masih mencari-cari yang ada promosi. Ketika terkendala tiket kondisi terdesak diakali oleh agen beli saat itu. Bahkan ada jamaah yang terpaksa beli sendiri,” bebernya.

Lebih jauh tak hanya soal tiket, juga mengenai akomodasi seperti penginapan, kendaraan, dan makanan yang harus disediakan oleh agensi atas kontrak perjalanan umroh dengan jamaah. Diketahui tiap jamaah membayar Rp 36 juta ke travel Zamzam. Saat periode pemberangkatan itu, terdapat sebanyak 101 jamaah yang berasal dari berbagai daerah, dan hampir separuhnya adalah warga Jember. “Masih kita dalam lagi, karena keterangan yang kami peroleh saat di sana (Arab Saudi) tidak langsung tersedia hotel dan konsumsi untuk para jamaah umroh,” imbuh mantan kapolsek Ketapang Madura itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember dari seorang jamaah PT Zamzam, disebutkan bahwa ada berbagai hal yang menjurus penipuan yang dilakukan pihak travel. Dia bercerita sejak awal perjalanan, saat di Arab Saudi hingga proses pemulangan. “Kami awalnya dibawa naik kendaraan berhenti di rest area tol Sidoarjo. Disitu bukan lanjut ke bandara Juanda - Surabaya, tapi malam ganti bus ke Jakarta lewat darat,” ungkap perempuan itu, yang lantas meminta identitasnya dirahasiakan.

Dia melanjutkan, di bandara Soekarno Hatta Jakarta, sebanyak 101 jamaah menunggu pesawat selama berjam-jam. Lalu, pihak agensi menaikkan jamaah ke pesawat Indigo. Pesawat itu terbang dari Jakarta terlebih dahulu mendarat di Mumbai - India.

Penerbangan selanjutnya dari Mumbai ke Arab Saudi juga tidak berlangsung tenang. Menurutnya, para jamaah harus menahan haus dan lapar, karena sama sekali tidak disediakan makanan atau minuman. Kemudian, lanjut dia, tatkala tiba di Mekah, fasilitas hotel dan konsumsi lancar selama tiga hari.

Masalah kembali terjadi saat pindah ke Madinah. Jamaah diajak muter-muter tanpa kejelasan tujuan tempat menginap, hingga videonya menyebar ke berbagai media sosial. Saat jamaah harus pulang ke Tanah Air, mereka malah tertahan beberapa hari di Madinah. “Beberapa orang jamaah sampai nekat minta transfer uang keluarganya yang di Indonesia agar bisa pulang tepat waktu,” keluhnya.

Sebelumnya, Erni Yusnita, dari Biro PT Berkah Zamzam Wisata di Kecamatan Balung mengatakan, tidak ada penelantaran jamaah seperti video yang beredar. Menurut dia, memang ada keterlambatan untuk mendapatkan tiket pulang ke tanah air, karena pada hari jadwal jemaah pulang, tidak ada jadwal penerbangan ke Indonesia. Karena itu, mereka diarahkan menempati hotel transit untuk sementara waktu. “Masalahnya hanya tiket itu. Tapi, tidak ada kata terlantar,” sergahnya. (mau)

Editor : Radar Digital
#Penipuan #umrah