DIRA Grup menjadi usaha yang cukup menawan dan berbeda dalam membangun bisnisnya. Bila kebanyakan usaha menyasar ke pusat kota, hingga merangsek ke pinggiran, berbeda dengan Dira. Perusahaan yang memiliki banyak cabang usaha, mulai dari kafe, wahana permainan, hingga minimarket tersebut justru memulai dari Ambulu.
Dari daerah pinggiran yang berada di selatan Jember tersebut, Dira mampu menggerakkan ekonomi desa dengan menyedot tenaga kerja setempat. Bahkan, bisa mengubah mindset untuk berbelanja, nongkrong, kulineran, hingga ke tempat wahana permainan harus ke kota. Tapi, cukup di desa. Sehingga, perputaran ekonomi di desa pun meningkat.
Usaha ekonomi baru selain pertanian pun bermunculan. Sukses di Ambulu, merangsek ke perdesaan masih dilakukan. Hingga membuat di Kencong dan Balung. Kini, Dira Grup juga mulai masuk ke kota, yaitu di Kecamatan Kaliwates.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di Dira Cafe Argopuro Jember sejumlah karyawannya tampak sibuk. Mereka terlihat keluar masuk mengantarkan pesanan. Walau memakai bahasa Indonesia dalam interaksi dengan pelanggan, tapi di balik itu logat jemberan masih kental saat berkomunikasi dengan sesama karyawan. “Karyawannya dari anak Jember,” kata owner Dira Cafe, Fera Eka Aulina.
Di Hari Pahlawan seperti ini, kata Fera, pengusaha harus dimaknai sebagai ajang untuk terus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sehingga bisa terus membantu peningkatan kualitas ekonominya. Oleh sebab itu, dia tidak pernah berhenti untuk terus berinovasi membuat destinasi baru di Jember. Tujuannya adalah semakin banyak tercipta lapangan pekerjaan baru, mengingat jumlah penduduk yang terbilang cukup banyak.
Tidak hanya itu, perempuan yang akrab disapa Fera ini juga mengatakan, setiap pegawainya dianggap seperti keluarga sendiri. Sehingga mereka juga bekerja dengan maksimal layaknya sedang bekerja di perusahaannya sendiri. Biasanya cara yang dilakukan oleh Fera adalah dengan menyempatkan diri bertemu dengan pekerjanya setiap hari. Sehingga komunikasi berjalan cukup baik. “Mereka sudah seperti saudara dan selalu ada untuk perusahaan, seperti miliknya sendiri,” katanya.
Selain itu, dia juga berharap pemerintah bisa memberikan kemudahan perizinan bagi para pengusaha yang ingin membuka usaha baru. Misalnya prosesnya dipercepat dan tidak berbelit-belit. Sehingga banyak lapangan kerja baru yang tercipta di Jember. Dengan demikian, para pengusaha bisa terus mengembangkan usahanya. “Akhirnya mereka yang dulu pengangguran, kini memiliki pekerjaan,” pungkasnya. (c2/dwi)
Editor : Radar Digital