Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pameran Lukisan Tampilkan Gambar Sketsa Benda Cagar Budaya Jember

Alvioniza • Senin, 6 November 2023 | 20:43 WIB

Foto di server

 

 

ANTUSIAS: Salah seorang warga ketika melihat secara langsung pameran bangunan heritage dan benda cagar budaya di Jember. WAHANA DJALU / RADAR JEMBER
ANTUSIAS: Salah seorang warga ketika melihat secara langsung pameran bangunan heritage dan benda cagar budaya di Jember. WAHANA DJALU / RADAR JEMBER

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jika biasanya benda-benda peninggalan zaman dahulu dipamerkan dalam bentuk aslinya, hal berbeda dilakukan di Kecamatan Rambipuji, kemarin (2/11). Benda tersebut disuguhkan dalam bentuk sketsa. Meski demikian, gambarnya hampir menyerupai bentuk aslinya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada lebih dari 30 sketsa yang dipajang di Pendapa Kecamatan Rambipuji menggunakan alat sederhana. Di bawah gambar, terdapat barcode yang dapat di-scan, untuk mengetahui secara pasti seperti apa deskripsi gambar yang ditampilkan. Hal itu menarik perhatian warga sekitar, termasuk para siswa.

Pelaku seni drawing, Ahmad Supandi, mengatakan, gambar yang dipamerkan terdiri atas dua jenis. Yakni bangunan heritage dan benda cagar budaya yang dilindungi. Hal itu sengaja dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar ikut menjaga dan melestarikan benda tersebut. “Membangkitkan semangat untuk kreatif, dengan kertas dan pensil bisa berkarya,” katanya.

Pameran sketsa dengan tajuk Skets Artkeologi ini, menurutnya, baru pertama kali dilakukan di Jember. Gambar yang disajikan bukan hasil dari lukisan cat minyak, melainkan sketsa dari pensil. Butuh waktu kurang lebih dua bulan untuk menyelesaikan gambar-gambar yang dipamerkan itu. “Gambar sketsa ini tergolong cepat penyelesaiannya, karena gambar yang memakai cat minyak bisa dua sampai empat hari baru selesai,” tuturnya.

Ditanya terkait benda cagar budaya yang tidak ditampilkan secara langsung, pria yang akrab disapa Pandi ini juga mengatakan, benda tersebut rawan rusak. Selain itu, tidak boleh sembarangan disentuh. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka sketsa dinilai menjadi langkah yang tepat agar generasi muda bisa mengetahuinya. “Ada sekitar 10 gambar benda cagar budaya. Mulai dari keramik, arca, hingga lainnya,” imbuhnya.

Pandi juga menuturkan, ada kesulitan tersendiri dalam membuat sketsa bangunan heritage dan benda cagar budaya. Salah satunya adalah prosedur perizinan yang dianggap sulit. Sementara itu, teknik menggambar dan lainnya sudah dianggap hal yang mudah. Maklum saja, pria ini sudah puluhan tahun menekuni dunia sketsa, serta belajar secara khusus di Bali selama belasan tahun.

Sementara itu, salah satu warga Desa Rambipuji, Fathorrahman, menilai pameran tersebut cukup bernilai bagi generasi muda untuk mengetahui benda cagar budaya yang ada di Jember. Sebab, sampai saat ini belum ada museum khusus yang menampung benda-benda dilindungi itu. “Minimal mengenalkan bahwa Jember juga memiliki benda cagar budaya,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Editor : Alvioniza
#Jember #seniman #Budaya