RADARJEMBER.ID – Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Kopi robusta merupakan salah satu jenis kopi yang diproduksi di Indonesia. Kopi robusta di Indonesia biasanya tumbuh di daerah-daerah seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan beberapa pulau lainnya.
Kopi robusta memiliki karakteristik yang unik jika dibandingkan dengan kopi arabika. Rasa kopi robusta yang kuat dan pahit disebabkan oleh kandungan kafein tinggi. Hal tersebut menjadikannya berbeda dari kopi arabika yang lebih lembut.
Kopi robusta memiliki kelebihan, yaitu toleransinya terhadap penyakit dan hama yang lebih tinggi dibandingkan kopi arabika membuatnya cocok untuk berbagai kondisi pertumbuhan. Terlebih lagi, harga kopi biasanya lebih terjangkau. Hal tersebut membuatnya menjadi primadona.
Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra penghasil kopi robusta yang mendapat pengakuan atas kualitasnya.
Dilansir dari radarjember.id, Bupati Jember, Hendy Siswanto, dengan bangga menyebut kopi robusta dari Jember sebagai kopi terbaik di Indonesia. Klaim ini tidak hanya berasal dari retorika belaka, tetapi juga didukung oleh kenyataan produksi kopi robusta yang cukup besar di Jember.
Seiring dengan kontribusinya dalam memenuhi ekspor, kopi jenis robusta ini memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi Jember. Selain iklim dan tanah yang mendukung, peran petani dan pelaku industri kopi di Jember juga sangat penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas serta produksi kopi robusta. Hal ini juga semakin menegaskan reputasi robusta sebagai yang terbaik di Indonesia dan peran sentralnya dalam industri kopi nasional.
Tujuan dilakukannya proses pengolahan kopi robusta setelah panen adalah untuk menjaga mutu dan kualitas biji kopi. Selain itu, tujuan utamanya, yaitu untuk mengurangi kadar air biji kopi hingga mencapai 9%-12%. Pada tingkat kelembaban tersebut, biji kopi menjadi stabil dan tidak mudah berubah karakteristiknya karena pengaruh lingkungan.
Dilansir dari distan.bulelengkab, pengolahan kopi robusta dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu pengolahan basah dan pengolahan kering.
Pengolahan basah menggunakan air sebagai komponen utama dalam prosesnya. Proses ini melibatkan pengupasan kulit buah kopi dan pencucian untuk menghasilkan biji kopi yang bersih. Namun, kelemahan dari proses ini adalah biayanya yang tinggi, karena biasanya memerlukan mesin otomatis untuk mengupas kulit biji kopi.
Buah kopi yang sangat matang dipilih karena mudah diolah menggunakan metode ini. Menghasilkan rendeman yang tinggi, biji kopi padat, waktu pengeringan yang cepat, dan cita rasa yang lebih baik. Penting juga untuk memastikan bahwa buah kopi yang akan diolah menggunakan metode ini tidak terkontaminasi oleh jamur. Hal tersebut dilakukan karena dapat memengaruhi mutu biji kopi yang dihasilkan.
Selanjutnya, adalah metode pengolahan kopi kering. Metode ini dilakukan dengan menjemur kopi di bawah sinar matahari tanpa melalui tahap pengupasan kulit buah. Kelemahan metode ini, yaitu membutuhkan waktu yang lama dan ruang yang luas. Hal tersebut dikarenakan keringnya buah kopi bergantung pada sinar matahari.
Selain itu, buah kopi tidak dikupas sebelum pengeringan, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengeringkannya. Metode ini biasanya digunakan untk kopi yang bewarna hijau atau terkena serangan bubuk buah.
Teknik pengeringan dalam metode ini dilakukan dengan menjemur buah kopi di lantai dengan ketebalan maksimal 10 cm. Proses dimulai dari kulit tanduk buah kopi dan berakhir dengan pengeringan dalam biji. Pada awal pengeringan, buah kopi yang masih basah harus sering dibalik menggunakan alat penggaruk, biasanya setiap jam untuk mempercepat dan meratakan proses pengeringan.
Lamanya pengeringan tergantung pada cuaca, ukuran buah kopi, tingkat kematangan, dan kadar air dalam buah kopi. Proses penjemuran dapat memakan waktu hingga 15 hari untuk mencapai kadar air antara 15% hingga 8%.
Namun ada cara yang lebih instan lagi, yaitu setelah dipanen, biji kopi bisa langsung dikupas kulitnya kemudian dimasukkan ke dalam oven. Jika kalian khawatir cita rasa kopi robusta akan berubah, jangan khawatir karena kopi robusta berbeda dengan kopi arabika yang jika menggunakan oven dapat memengaruhi karakteristik rasa kopi arabika sendiri. (mm6/bud)
Editor : Radar Digital