PUGER KULON, Radar Jember – Sungai Besini yang dijadikan tempat parkir perahu nelayan saat ini ada pemandangan berbeda. Terdapat beberapa warung yang berdiri di atas plengsengan. Bahkan, kehadiran warung tepi sungai itu tidak didukung oleh pihak desa.
Kepala Desa Puger Kulon Nur Hasan mengatakan, pihaknya juga tidak pernah memberi izin kepada pemilik warung untuk mendirikan bangunan. Dia menjelaskan, kehadiran warung itu setelah pelebaran selesai. “Setelah jalan aspal itu diperlebar, mulai muncul satu warung. Beberapa hari kemudian berdiri warung lain yang didirikan di atas plengsengan. Padahal di atas plengsengan sungai itu tidak boleh ada bangunan,” katanya.
Pemerintahan Desa (Pemdes) Puger Kulon beberapa minggu lalu juga telah melakukan pemotongan pohon peneduh di sepanjang jalan menuju Pancer. Sebab, setelah pohon itu dipotong, justru dimanfaatkan untuk mendirikan warung dan memarkir kendaraan. “Yang jelas, saya tidak pernah memberi izin untuk mendirikan warung di sepanjang plengsengan di Sungai Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger,” terangnya. (jum/c2/dwi)
Editor : Radar Digital