Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Keluarga Korban Sempat Gelar Doa Bersama, Kejadian Dua Nelayan Puger Jember yang Sempat Hilang Kontak

Radar Digital • Kamis, 12 Oktober 2023 | 00:27 WIB
SUSAH DIEVAKUASI: Jukung speed bertuliskan "rumput selatan" masih dalam posisi terbalik di teluk Bendo pulau Nusa Barong. (SATPOLAIR UNTUK RJ)
SUSAH DIEVAKUASI: Jukung speed bertuliskan "rumput selatan" masih dalam posisi terbalik di teluk Bendo pulau Nusa Barong. (SATPOLAIR UNTUK RJ)

 

JEMBER,RADARJEMBER.ID - Hilang kontak dua nelayan yakni Ebit Jefriyan, 45, bersama Agus, 30, (abk), keduanya merupakan warga Kecamatan Puger, Jember empat hari lalu, setelah tidak bisa dihubungi akhirnya keluarga melakukan doa bersama, dirumah masing masing.

 

Ini setelah ada kabar, bila jukung milik korban mengalami kecelakaan dengan posisi terbalik. Sehingga keluarga sudah melakukan doa hingga dua malam dan tiga malam.

 

Untuk doa bersama itu di rumah Ebith Jafriyan masih berlangsung dua malam yakni malam Senin dan Selasa, kemarin. Sementara doa tahlil dirumah Agus, sudah berjalan tiga malam sejak dinyatakan hilang malam Senin, Selasa dan malam Rabu.

 

“Saya bersama keluarga adik Agus (ipar, red) sudah sepakat melakukan doa bersama. Karena sudah ditemukan pada Selasa (10/10/2023) akhirnya dirubah yakni syukuran karena sudah ketemu,” beber salah satu keluarga korban.

 

Karena sejak hilang kontak dengan suaminya, (Ebith Jefriyan), istri korban sudah mengira bila mengalami kecelakaan.  “Apalagi HP yang dibawa sudah tidak bisa dihubungi,” kata istri korban.

 

“Alhamdulillah ada kabar kalau suami saya dan adik terdampar di pulau nusa barong,” kata Sulistyowati, 38 istri dari Ebith kepada Jawa Pos Radar Jember di rumahnya Rabu (11/10/2023) pagi.  

 

“Saya mencoba menghubungi suami pada Sabtu ( 7/10) dini hari tepatnya pukul 01.00. Saya mencoba berkali-kali menghubungi, tetapi sudah tidak bisa dihubungi. Saya semakin khawatir dengan keselamatannya, karena cuaca buruk terjadi kabut hingga beberapa hari,” ceritanya.

 

“Selama hilang kontak sejak Sabtu (7/10) hingga Selasa (10/10), saya tidak bisa makan karena suami belum ada titik terang keberadannya. Demikian juga dengan kedua anak saya yakni juga tidak mau makan sebelum ayahnya ditemukan,” imbuhnya.

 

Sementara menurut Ebith, dia belum memikirkan kondisi jukung miliknya yang terdampar di karang di teluk bendo, Pulau nusa barong. Karena lokasinya cukup jauh dan medannya sulit untuk dijangku.

 

“Yang penting saya berhasil diselamatkan tim SAR bersama adik yang nomer dua ini. Saya memang jarang menggunakan alat pengaman seperti pelampung saat berangkat melaut,” jelas Ebith. (jum/bud).

Editor : Radar Digital
#Jember #nelayan