RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember memiliki kekayaan budaya dan seni yang beragam. Dengan mayoritas penduduk yang merupakan pendatang sejak masa kolonial membuat pertemuan antara dua etnis di Jember yaitu Jawa dan Madura.
Bertemunya dua etnis ini yang akhirnya menetap bersama di satu daerah membuat beragam macam budaya dan kesenian yang beragam di Jember.
Berikut adalah ragam kesenian yang ada di Jember, terutama di Jember bagian Selatan.
- Tari Lahbako
Tari Lahbako merupakan kesenian tradisional khas Jember. Tarian ini terinspirasi dari kegiatan masyarakat Jember yang merupakan petani tembakau. Kata ‘lah’ adalah potongan kata olah sedangkan ‘bako’ adalah singkatan dari kata tembakau. Tari Lahbako juga merupakan bentuk penghargaan untuk perempuan Jember terhadap industry tembakau di Jember. Biasanya pertunjukan tari lahbako ditarikan oleh 4-8 orang penari dengan menggambarkan kegiatan di ladang tembakau.
- Reog di Pendalungan
Reog memang berasal dari Ponorogo, namun Reog juga terdapat di Jember apalagi di wilayah selatannya. Awal reog bisa mencapai Jember adalah Belanda yang menjadikan Jember sebagai daerah pemasok perkebunan. Dengan membawa para kuli dari mataram, para kuli ini akhirnya membentuk kelompok-kelompok seni reog sebagai penguatan identitas diri karena terpisahkan dari kampung halamannya. Terdapat dua kelompok reog tertua di Jember, yaitu di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu dan di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan.
- Larung Sesaji Papuma
Larung Sesaji ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat sekitar Pantai Papuma yang pekerjaannya adalah nelayan. Dengan diadakannya acara ini mereka berharap kedepannya akan mendapat hasil tangkapan ikan yang melimpah. Para pengarak mengenakan pakaian adat Jawa dengan diiringi oleh drumband dan Reog. Mereka memasuki pekarangan Vihara Sriwulan lalu berhenti di salah satu ceruk tempat sesaji. Disana mereka melantunkan doa untuk sesaji sebekum dibawa ke tengah laut.
- Jaran Kencak
Jaran Kencak merupakan warisan budaya dan seni masyarakat Jember, terutama di Jember bagian Selatan. Di sana masyarakat memiliki kegemaran jika memiliki hajat atau keinginan maka akan menggelar jaran kencak untuk menghibur tamu yang diundang. Kuda yang dipakai bukanlah sembarang kuda, namun kuda yang senang menari dan dapat mengikuti irama musik tradisional. Kuda tersebut akan dihias sedemikian rupa agar terlihat menarik saat menari.
- Can Macanan Kaduk
Can Macanan Kaduk adalah harimau besar yang terbuat dari karung goni. Mirip dengan barongsai, can macanan kaduk ini membutuhkan 45-50 orang untuk sekalinya tampil. Can macanan kaduk terdiri dari atraksi burung Garuda, bela diri tangan kosong, can macanan, dan atraksi Marlena. Biasanya pementasan dimulai saat malam hari sekitar pukul 9 hingga dini hari. Banyak dari penduduk biasanya mengundang kelompok can macanan kaduk ketika memiliki hajat pernikahan atau khitanan. (mm1/bud)
Editor : Radar Digital