Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Identifikasi Orang Bisa Dilihat dari Gestur Tubuhnya

Radar Digital • Senin, 9 Oktober 2023 | 21:20 WIB
“Mereka (orang yang berbohong, Red) mungkin menggaruk-garuk kepala secara berulang-ulang tanpa sadar. Gerakan ini mencerminkan kegelisahan dan ketidaknyamanan yang dapat dijadikan petunjuk kebohongan
“Mereka (orang yang berbohong, Red) mungkin menggaruk-garuk kepala secara berulang-ulang tanpa sadar. Gerakan ini mencerminkan kegelisahan dan ketidaknyamanan yang dapat dijadikan petunjuk kebohongan

KALIWATES KIDUL, Radar Jember – Mengidentifikasi orang berbohong atau jujur bisa dilihat dari gerakan atau gestur tubuh. Salah satu hal yang paling mudah diketahui adalah bertingkah aneh. Seperti menggaruk-garuk hingga tak menatap mata lawan bicara.

Jengkel dengan orang berbohong? Coba lakukan hal ini agar tidak mudah dikibuli lawan bicaramu. Salah satu caranya adalah melihat gestur tubuh hingga kedipan mata.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Jember (UIJ), Ferdiyan Ardani Putra MIKom menjelaskan, ciri-ciri orang yang berbohong bisa dilihat dari gestur tubuhnya. Menurutnya, gestur tubuh dapat memberikan petunjuk berharga tentang kejujuran seseorang. “Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan dalam gestur,” ucapnya.

Dia menjelaskan, orang yang berbohong sering kali tecermin melalui gerakan tubuh yang tidak disadari. Beberapa tanda gestur orang yang berbohong adalah kebiasaan menggaruk-garuk kepala secara berulang-ulang dan menghindari kontak mata.

Menggaruk kepala berulang-ulang menjelaskan bahwa seseorang berbohong, sering merasa cemas, dan tegang. Hal itu adalah respons terhadap tekanan yang dialami. “Mereka, (orang yang berbohong, Red) mungkin menggaruk-garuk kepala secara berulang-ulang tanpa sadar. Gerakan ini mencerminkan kegelisahan dan ketidaknyamanan yang dapat dijadikan petunjuk kebohongan," jelasnya.

Selain menggaruk-garuk, kata dia, orang yang berbohong biasanya tidak bisa duduk diam atau mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba. Perubahan ini mencerminkan kecemasan dan bisa menjadi indikator kebohongan.

Salah satu tanda paling jelas dari seseorang yang berbohong adalah ketidakmampuannya untuk menjaga kontak mata. "Orang yang jujur cenderung memandang mata lawan bicaranya dengan percaya diri. Sementara itu, orang yang berbohong akan cenderung mengalihkan pandangan mereka," kata Ardani.

Dia menekankan bahwa gestur tubuh hanya satu aspek dari komunikasi, dan sebaiknya diperhatikan bersamaan dengan konteks situasi, serta informasi lainnya. Hal itu untuk mendapatkan pemahaman yang akurat.

Dengan semakin berkembangnya pengetahuan tentang bahasa tubuh, diharapkan masyarakat bisa memperoleh keterampilan baru dalam membaca pikiran dan emosi orang lain. Selain itu, juga menciptakan komunikasi yang lebih efektif dan membangun kepercayaan dalam interaksi sehari-hari. (mm16/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#berbohong