Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Suhu Panas di Jember Capai 35 Derajat, Waspadai Dehidrasi Hindari Minum Es

Radar Digital • Senin, 9 Oktober 2023 | 21:00 WIB

 

TERIK: Pejalan kaki memakai payung karena terik matahari di Jember. suhunya tembus 35 derajat Celsius.
TERIK: Pejalan kaki memakai payung karena terik matahari di Jember. suhunya tembus 35 derajat Celsius.
NRadar Jember – Suhu panas di Jember sangat terasa. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda, suhu di Jember rerata berada di angka 32 derajat Celcius. Namun, di beberapa pantauan cuaca lainnya, suhunya mencapai 35 derajat Celsius.

Dokter IGD Rumah Sakit Daerah Kalisat Jember, dr Mudzakkir Taufiqur Rahman, mengatakan, suhu panas ini termasuk ekstrem. Suhu panas yang tinggi itu bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Mulai dehidrasi, heatstroke hingga iritasi kulit. Paling sering dirasakan adalah dehidrasi. Mulai ringan hingga berat. “Suhu Jember saat ini sangat panas. Bahkan sampai 35 derajat Celsius. Padahal normalnya suhu panas itu, ya, di antara rentang 20–28 derajat. Kalau lebih dari itu, maka sangat berbahaya bagi tubuh manusia,” kata Taufik.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar masyarakat berhati-hati. Khususnya dalam beraktivitas di luar rumah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar tercegah dari sejumlah penyakit tersebut. Salah satunya banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi. Jika biasanya tubuh manusia membutuhkan minum sebanyak dua liter air, maka di waktu seperti ini kebutuhan makin banyak. “Harus banyak minum. Sangat disarankan tidak minum air es, tetapi air biasa. Justru sangat bagus menggunakan air mineral lebih dari dua liter dalam sehari,” tambahnya.

Taufik melanjutkan, cuaca panas menyebabkan tubuh mengeluarkan air lebih banyak dibanding biasanya. Pori-pori kulit akan terbuka cukup lebar untuk mengeluarkan air melalui keringat. Sementara tubuh bagian lain juga mengeluarkan air. Misal melalui kencing maupun ludah.

Sementara itu, Kepala Dinkes Jember dr Hendro Soelistijono menjelaskan, dehidrasi atau kekurangan air akibat penguapan suhu panas yang tinggi ini tidak boleh disepelekan. Artinya, masyarakat perlu waspada dan menyadari kondisi tubuhnya masing-masing.

Salah satu tanda dehidrasi, terang Hendro, masyarakat bisa melihatnya dari warna urine. “Bisa dicek sendiri. Indikatornya dari warnanya. Kalau jernih, maka aman. Tetapi jika warnanya sudah kuning misalnya, maka harus segera banyak minum air,” tegasnya. (kin/c2/dwi)

 

Editor : Radar Digital
#cuaca panas