KEPATIHAN, Radar Jember - Uji coba pembelian obat sempat dilakukan wartawan Jawa Pos Radar Jember di beberapa apotek di Jember. Percobaan ini untuk memastikan apakah bisa obat-obatan okerbaya sejenis trihexyphenidyl dan tramadol, serta dextromethorphan, didapat dari apotek. Hasilnya, pembelian tanpa membawa resep tidak dilayani. Terkecuali menyertakan resep dari dokter.
"Penyimpanan obatnya pun dibedakan, karena memang keluar masuknya obat itu diawasi secara ketat," kata seorang penjaga apotek di Jember.
Penyalahgunaan obat sejenis okerbaya bisa saja terjadi lantaran pembeli memalsukan resep obat dokter. Bisa juga dengan cara lain seperti daring. Untuk itu, ke depan, pengawasannya perlu lebih ketat lagi.
Apoteker itu menyebut, obat sejenis dextro sejatinya dalam obat batuk kering. Di dalamnya ada dosis yang terukur untuk meredakan batuk. "Kalau senyawa tunggalnya, ya, tidak dijual bebas. Penjualannya biasanya dengan obat kemasan lain seperti obat batuk itu, dan dosisnya juga terukur," ucap perempuan yang enggan disebut namanya itu. Nah, penyalahgunaan dextro bisa saja terjadi pada pemakaian obat dengan dosis yang tinggi, sehingga dapat menimbulkan efek mabuk.
Pertimbangkan Pembangunan RS Ketergantungan Obat
SEMENTARA itu, masih maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Jember menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak. Baik pemerintah maupun masyarakat. Mencegah peredaran bebas obat-obatan keras berbahaya sudah seharusnya bisa dilakukan.
Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Jember sekaligus dosen Fakultas Farmasi Unej, apt Ika Norcahyanti, menyampaikan bahwa Indonesia adalah sasaran strategis untuk menyelundupkan narkoba, dan saat ini para remaja menjadi target empuk penyalahgunaan. Tidak hanya ada tindakan yang bersifat memberikan efek jera kepada para pengedar atau pengguna, tetapi juga harus terus ada evaluasi dari sisi penegakan hukum. "Penegakan hukumnya harus terus dievaluasi apakah tepat atau tidak," terangnya.
Saat ini sangat diperlukan upaya kolaboratif semua pihak untuk memberikan edukasi sejak dini dan secara masif mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Jember juga dapat dijadikan pertimbangan apakah dimungkinkan untuk mendirikan rumah sakit ketergantungan obat sebagai sarana rehabilitasi. "Serta terus menguatkan barisan. Termasuk melibatkan peran organisasi tenaga kesehatan," pungkasnya. (mg2/cad/c2/nur)
Editor : Radar Digital