WIROLEGI, Radar Jember - Imbauan pembongkaran tugu perguruan silat oleh Pemprov Jatim belum sepenuhnya dilaksanakan di Jember. Meski sudah ada yang melakukan hal tersebut secara sukarela. Selain dibongkar, tugu silat tersebut juga ada yang diubah menjadi tugu Pancasila dengan cara ditempel banner.
Salah satu tugu yang berubah adalah milik Perguruan PSHT di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari. Para anggotanya tidak melakukan pembongkaran terhadap tugu yang mereka bangun. Melainkan ditempel banner yang memuat Pancasila. Pengubahan tersebut dipimpin langsung oleh Ida Effendi, Ketua PSHT Ranting Sumbersari.
Selain di tempat tersebut, ada beberapa tugu di tempat lain yang dilakukan hal yang sama. Seperti di area Ruang Terbuka Hijau (RTLH) Mangli. Logo perguruan silat yang ada juga ditutup menggunakan banner berwarna putih, bertuliskan Pancasila.
Kapolres Jember AKBP Moh. Nurhidayat menjelaskan, pengubahan tugu perguruan silat menjadi tugu Pancasila dianggap solusi yang tepat untuk perguruan silat yang ada di Jember. Sebab, sebelumnya memang masih banyak penolakan dari arus bawah terhadap pembongkaran tugu yang mereka bangun. “Solusi bagus dan bisa masuk akal. Kami harapkan bisa diikuti langkahnya oleh yang lain,” tegasnya.
Dia juga mengatakan, pengubahan tugu berlogo perguruan silat menjadi tugu Pancasila tersebut disepakati oleh seluruh perguruan silat se-Jember pada akhir Agustus lalu. Penertiban tugu itu memang menjadi atensi khusus dari Pemprov, Kapolda, dan pihak terkait lainnya di Jatim, karena dinilai dapat menjadi penyebab terjadinya perselisihan antarperguruan.
Bahkan Kapolda dan Pemprov Jatim mengeluarkan surat imbauan untuk membongkar tugu perguruan silat yang berdiri di atas tanah negara atau fasilitas umum lainnya. Surat tersebut ditujukan kepada semua perguruan silat yang ada guna mengantisipasi adanya bentrokan antaranggota perguruan silat. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital