Pendidikan Islam sudah lekat dengan MA Unggulan Nuris Jember. Program tahfiz dan kitab bisa dipilih santri untuk menentukan fokus belajarnya. Metode menghafal yang diterapkan berhasil membuat para santri khatam mencapai target.
TAK terhitung sudah berapa banyak santri yang purna dari MA Unggulan Nuris Jember dengan mengantongi predikat hafiz Alquran dan kitab kuning. Di antara mereka bahkan menjadi penerima beasiswa platinum (full) dalam program tahfiz atau kitab.
MA Unggulan Nuris sudah beberapa tahun ini menawarkan dua program unggulannya kepada para santri sejak di bangku kelas sepuluh. Yakni tahfiz dan kitab. Masing-masing melalui tahapan seleksi dan kegiatan. Di pengujung tahun ketiga, wisuda untuk kedua program juga digelar. Khusus untuk wisuda tahfiz, wisuda pengukuhan dilaksanakan untuk hafiz juz 5, 10, 15, 20, 25, dan 30.
Wakil Kepala MA Unggulan Nuris Jember Latifah menjelaskan, target program kitab, siswa mampu khatam 30 juz selama tiga tahun. Dimulai dengan tes masuk program. Siswa yang sudah hafal 10 juz berhak masuk dalam program platinum mendapatkan beasiswa penuh pelaksanaan program. Berbeda dengan program reguler, tes hafalan hanya dua surat, yakni As-Sajadah dan Al-Mulk.
Setelah berhasil lolos, dilanjutkan karantina selama sepuluh hari. Santri mengikuti materi wajib dengan menghafal dengan baik dan lancar tujuh surat dalam Alquran, yaitu As-Sajadah, Yasin, Ad-Dukhan, Al-Waqiah, A-Mulk, Al-Insan, dan Al-Buruj. “Pertama setor (hafalan, Red) ke pendamping, selanjutnya ke Pengasuh Nuris,” jelasnya.
Selama karantina, santri juga diajarkan kiat menghafal beserta metodenya, juga cara pengucapan yang benar. Target hafal Alquran selama tiga tahun di tengah sekolah dan kegiatan tambahan lain membuat siswa perlu memahami cara menghafal dengan cepat tapi efektif.
Metode yang diajarkan bertujuan untuk merekam materi hafalan melalui indra penglihatan. Selanjutnya, setiap harinya para santri MA Unggulan Nuris menghafal secara mandiri. Setiap hari mereka wajib hafal dua kaca atau dalam satu semester sampai lima juz. Pertemuan ziyadah serta murajaah dilakukan secara rutin untuk memantau hafalan santri. Tak hanya menghafal Alquran, peminatan lain yang bisa dipilih siswa dalam program tahfiz adalah tartil, tilawah, musabaqah syahril Quran (MSQ), dan khat kaligrafi.
Waka Kurikulum MA Unggulan Nuris Siska memaparkan, program kitab berfokus pada kitab-kitab pedoman untuk memahami tafsir hingga ushul fikih. “Yang dipelajari Alfiyah Ibnu Malik, yang reguler mempelajari Imrithi, dan Maqsud,” urainya. Yang mempelajari gramatika bahasa Arab, gramatika penentuan harakat dari kata bahasa Arab, hingga Sharaf untuk menentukan perubahan kalimatnya.
Sama seperti program tahfiz, program kitab juga memiliki beberapa beasiswa. Ada platinum dengan beasiswa penuh, gold, dan silver tidak penuh. Sedangkan yang reguler tidak mendapatkan beasiswa. “Yang unggulan atau beasiswa platinum, pada saat tes santri punya hafalan nadhom sebelumnya,” terang Siska.
Tes yang harus dilalui santri untuk masuk ke program tersebut adalah hafalan Alfiyah dan mampu membaca kitab kuning Fathul Qorib. Setiap seminggu dua kali, setoran dilakukan sesuai jadwal. Sekali setoran sebanyak 15 bait kitab Alfiyah.
Dengan perhitungan selama sebulan harus mampu tuntas hafalan 50 bait. Sampai tahun ketiga bisa menuntaskan seribu bait kitab hafalan Alfiyah. “Pendampingan juga dilakukan di pondok. Siswa di program unggulan satu kamar bersama ustad yang berkompeten di bidang kitab,” katanya.
Mempelajari kitab sama pentingnya dengan belajar Alquran. Kitab-kitab yang dipelajari dalam program tersebut merupakan sumber keilmuan keislaman. Baik tafsir maupun fikih. Semuanya dipelajari dan dihafal secara mendalam.
Untuk mengasah kompetensi santri program tahfiz dan kitab, berbagai perlombaan juga bisa diikuti. Kompetisi yang pernah diikuti misalnya lomba MHQ, MFQ, MSQ, cerdas cermat isi kandungan Alquran, dan KIR keagamaan. Perlombaan itu dari berbagai tingkat. Dari tingkat kabupaten hingga internasional. Salah satunya, santri MA Nuris Jember program tahfiz pernah mewakili Indonesia dalam lomba MHQ 5 juz di tingkat Asia. (c2/nur)
Editor : Radar Digital