GELANG, Radar Jember – Mengenakan kaus hijau dan celana jins, Hosairi tiba di Polsek Sumberbaru, Minggu malam (3/9). Pelaku carok di Dusun Gelang, Kecamatan Sumberbaru, yang membuat satu nyawa meninggal dunia tersebut tampak pucat. Sementara bagian tangannya terbungkus kantong plastik berwarna jingga.
Plastik itu rupanya menutupi luka di bagian pergelangan tangan yang didapat dari Fatimah, istri korban, Mat Halil. “Wah, kalau luka seperti ini tidak bisa sekedar dijahit,” ucap petugas medis dari Puskesmas Sumberbaru.
Petugas medis hanya menutup luka Hosairi dengan perban dan diberi cairan infus. Hosairi pun dilarikan ke rumah sakit di Jember. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Satreskrim Polres Jember.
Hosairi ditangkap Reskrim Polsek Sumberbaru bersama anggota sabhara, saat bersama istrinya di dapur, di kediamannya. “Setelah tertangkap di rumahnya, terduga pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Sumberbaru untuk dimintai keterangannya. Namun, polisi belum bisa memintai keterangan karena luka di tangan kanannya akibat sabetan sajam jenis parang oleh istri korban sangat parah. Sehingga dilakukan penanganan medis dulu, juga diberi cairan infus,” ucap Kanit Reskrim Polsek Sumberbaru Aiptu Y. Susanto
Hosairi dilarikan ke rumah sakit di Jember untuk menjalani operasi, karena lukanya cukup parah. Selain mengamankan Hosairi, polisi juga mengamankan dua saudara Hosairi yang diduga terlibat dalam insiden berdarah tersebut.
Dua orang yang diamankan yakni Solihin dan Hotiman, yang masih saudara kandung Hosairi. Kepada polisi, mereka mengaku tidak melakukan eksekusi terhadap korban, saat terjadi carok di ruang tamu rumah korban. “Solihin sempat berusaha merampas sajam berupa parang yang diayunkan Fatimah (istri korban, Red) ke tubuh Hosairi,” kata Susanto.
Demikian juga dengan Hotiman, kakak Hosairi ini juga tidak ikut melakukan pembacokan. Hanya dilakukan sendiri oleh Hosairi, adik Hotiman. Begitu Hosairi ini kalap membacok korban, tiba-tiba Fatimah yang sudah memegang parang membacok Hosairi dan mengenai tangan kanan. “Setelah kami mengamankan Hosairi, polisi juga mengamankan empat sajam yang digunakan saat terjadi carok. Satu sajam kami amankan dari rumah Hosairi, satu sajam jenis parang diamankan dari rumah korban Mat Halil. Dua sajam lagi diamankan dari rumah Sarif alias Pak Hom,” ucap Susanto.
Dalam pemeriksaan sementara, dua orang saksi, yakni Solihin dan Hotiman, mengaku tidak ikut-ikutan. Dia hanya berada di dalam rumah itu, dan hanya Solihin yang berusaha merampas parang yang dipegang Fatimah, tapi juga melukai tangan Hosairi.
Sementara, saksi lain seperti Fatimah dan korban luka lainnya belum dilakukan pemeriksaan. Sebab, Fatimah juga mengalami luka bacok dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. “Demikian juga Sarif alias Pak Ho, masih dirawat di Puskesmas Sumberbaru,” pungkasnya. (jum/c2/dwi)
Editor : Radar Digital