Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Awas Virus! Tembakau Bisa Rusak, Pencegahan dan Sistem Tumpang Sari Perlu Dibenahi

Radar Digital • Kamis, 31 Agustus 2023 | 17:00 WIB
TERSERANG PENYAKIT: Daun tembakau petani di Desa/Kecamatan Ledokombo tampak bercak kekuningan dan mengerut karena terinfeksi tobacco mosaic virus (TMV).
TERSERANG PENYAKIT: Daun tembakau petani di Desa/Kecamatan Ledokombo tampak bercak kekuningan dan mengerut karena terinfeksi tobacco mosaic virus (TMV).

 LEDOKOMBO, Radar Jember – Tanaman tembakau petani tidak sedikit yang mengalami kerusakan karena terserang virus. Sebagai komoditas yang terus dikembangkan di Jember, hal tersebut tentu menjadi masalah bagi petani maupun daerah apabila serangannya terus meluas.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Minggu (27/8), sejumlah tembakau di lahan petani Kecamatan Sumberjambe dan Ledokombo daunnya tampak bercak-bercak kekuningan hingga mengerut. Dalam satu lahan, hampir seluruhnya mengalami kondisi demikian. Ini mengancam pada kualitas daun tembakau, dan petani bisa gagal panen.

Muhammad Juhan, dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember (UIJ), menyampaikan, lahan tembakau dengan ciri tersebut sedang terserang tobacco mosaic virus (TMV). Virus yang ditularkan melalui vektor atau perantara dari serangga. Penampakannya sangat kecil dan warnanya mirip daun, sehingga hampir tidak terlihat secara kasat mata.

Serangga dari jenis kutu, kata dia, mengisap dan melukai jaringan tanaman. Dari sanalah virus menular dan tembakau terserang TMV. Cirinya daun bercak kuning hingga menguning, ukuran daun mengecil, dan yang parah daun sampai mengerut. Menurutnya, tembakau yang sudah terserang TMV tetap bisa dipanen jika tidak sampai mati. “Sekadar dipanen bisa, tapi grading (kualitasnya, Red) menurun. Entah masuk kelas apa,” terang dosen fisiologi tumbuhan UIJ itu, kemarin (30/8).

Dia mengatakan, pengendalian penyakit sebelum virus menyerang adalah satu-satunya cara pencegahan. Sebab, setelah tembakau sudah terpapar TMV, tidak lagi bisa dipulihkan. Umur rentannya saat masih muda, di pertengahan masa produktif tembakau sebelum panen. “Hanya bisa dicegah. Disemprot pada saat muda untuk pencegahan,” ulasnya.

Penanggulangan dengan insektisida sistemik yang disemprotkan ke seluruh permukaan tanaman. Minimal seminggu sekali. Menurutnya, apabila petani rajin melakukannya, potensi tembakau tertular TMV bisa sangat kecil. “Pakai insektisida sistemik, sehingga kutu tidak mau hinggap dan melukai daun,” jelas Juhan.

Selain itu, menerapkan penanaman bergilir pada komoditas yang sama juga bisa menjadi cara pencegahan. Dia menyebut, selama satu tahun cukup menanam tembakau dua kali dalam satu lahan. Untuk memperkecil risiko, lebih baik menanam tanaman yang tidak sejenis.

Biasanya, petani di Jember kerap menanam tembakau dan melakukan tumpang sari dengan tanaman satu famili. Padahal, hal tersebut akan memperbesar kemungkinan hama penyakit menyerang. Seperti cabai dan terong. “Teknik tumpang sari sangat memengaruhi. Sebaiknya (ditanam dengan tanaman, Red) yang tidak sefamili,” urainya. (sil/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#tembakau #virus