RADARJEMBER.ID – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) mengadakan tari masal Bolo Pecut di alun-alun Wuluhan. Tarian ini merupakan bagian dari kesenian yang telah berkembang sejak abad ke-16.
Tari Bolo Pecut merupakan salah satu kesenian suku Madura yang identik dengan kegiatan petani. Gerakannya memiliki makna meminta hujan dandan kesuburan pertanian. Biasanya tarian ini juga dilengkapi dengan sesaji.
Berbeda dengan yang ditarikan di Jember, tarian tersebut ditarikan oleh anak-anak paud dan TK secara masal.
Tari Bolo Pecut ini memiliki beberapa gerakan. Berikut ini merupakan tarian yang terdapat dalam tari Bolo Pecut dengan filosofinya.
- Gerak Tabur Bunga
Gerakan ini memiliki makna menyambut tamu istimewa, biasanya orang Madura sangatlah mengagungkan tamunya.
- Gerak Berdoa
Gerakan berdoa memiliki makna bahwa segala sesuatu harus diawali degan doa kepada Tuhan. Hal ini bermakna sebagai cerminan masyarakat yang agamis serta tunduk pada norma-norma yang berlaku.
- Tongghul Pecut
Gerakan ini memiliki makna bahwa orang Madura memiliki pendirian yang teguh.
- Gerak Onclang atau Ngatowe
Gerakan ini mempunyai makna bahwa setiap manusia merasa saling membutuhkan, tolong menolong dan menghargai sesama sebagai bagian dari makhluk sosial.
- Gerak Bhangtabhangan
Gerakan Bhantabhangan menggambarkan kesiapan seseorang dalam menghadapi tantangan hidup.
- Gerak Moppo atau Mokol Sape
Gerak Moppo/Mokol Sape memiliki makna keselerasan dan keharmonisan dalam kehidupan dalam menjaga hubungan baik antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
- Gerak Kemenengan
Gerakan kemenangan menggambarkan ungkapan syukur dan kebahagiaan kepada Tuhan.
Itulah makna tujuh gerakan yang ada di tari Bolo Pecut, tarian yang ditarikan massal oleh anak TK di Jember. (mm3/bud)
Editor : Radar Digital