Tampil di depan puluhan orang, ratusan, bahkan ribuan tentu bukan hal yang mudah. Apalagi dengan target mereka tertawa lepas. Hal itu merupakan tantangan yang selalu dihadapi oleh seorang komedian. Termasuk oleh Rizki Zulkarnain, atau yang lebih akrab disapa Rizki Biebier. Komedian asal Jember ini namanya mulai banyak dikenal masyarakat.
MEMBUAT orang tertawa menjadi kesan tersendiri bagi Riski Bieber. Sebab, dari hal tersebut muncul ketertarikan untuk menjadi seorang pelawak. Hingga saat ini dia menjadi seorang stand-up comedian, yang sudah tampil di berbagai kota. Kemampuannya dalam membuat orang lain tertawa sudah tidak perlu diragukan lagi. Berkat pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan selama berkarir.
Namun siapa sangka, sebelum masuk ke fase saat ini, pria tersebut sudah melewati banyak pengalaman pahit. Salah satunya tampil di depan ratusan orang, tapi tak ada satu pun yang tertawa. Hal tersebut sempat membuatnya terpuruk dan kehilangan nafsu makan selama tiga hari. Maklum saja, bagi seorang komedian, hal tersebut merupakan hal yang menyakitkan. Tak mau berhenti di situ, Rizki pun menambah pengetahuannya dalam dunia komedian.
Dia mengaku memiliki cita-cita yang berbeda dari yang lain sejak kecil. Bagaimana tidak, dia mengaku memiliki cita-cita menjadi seorang pelawak. Dengan alasan senang ketika dapat menghibur orang lain. Untuk mencapai tujuannya, pria kelahiran Jember itu selalu menonton video pelawak Sukkur dan Buarto. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan komunitas stand-up comedy di Jember pada 2012 silam. “Saat itu memang baru terbentuk di Jember. Tapi, memang sedang booming,” katanya dengan semangat.
Menjadi komedian bukan hal yang mudah bagi Rizki, karena harus berhadapan dengan hal-hal baru. Terlebih, stand-up comedy dinilai sebagai hal yang kompleks. Oleh sebab itu, harus bisa membuat naskah, berkomunikasi, menjadi sutradara, dan produser. “Prosesnya itu, aku baru bisa lucu setelah satu tahun,” imbuhnya.
Dia juga mengungkapkan, pada awal karirnya dia sempat tampil di depan 350 orang. Namun, dari awal hingga akhir penampilannya, tak ada satu pun orang tertawa dengan materi yang dibawakan. Hal itu sempat membuatnya down. Namun, tak sampai membuatnya berhenti untuk menghibur orang lain. Pascakejadian tersebut, tekadnya untuk terus belajar dan membenahi diri semakin meningkat.
Hasilnya, Rizki mampu mengolah materi yang akan ditampilkan di depan umum. Termasuk materi yang berasal dari keresahan dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun menurutnya banyak ide yang dapat dikelola menjadi konten. Baik berasal dari pengalamannya sendiri maupun dari pengalaman orang lain. “Komedi juga bisa menjadi media untuk menyampaikan aspirasi. Agar lebih diterima,” ucapnya sembari tertawa. (c2)
Editor : Radar Digital