RADARJEMBER.ID – Pada upacara Hari Kemerdekaan Kamis, 17 Agustus 2023 di Alun-alun Kabupaten Jember, Bupati Jember Hendy Siswanto mengenakan baju adat khas prajurit Minahasa.
Banyak yang belum mengetahui nama dari pakaian adat khas Minahasa yang dikenakan oleh Bupati Hendy. Pakaian adat khas Minahasa ini dikenal dengan nama Kawarasan. Didominasi warna merah terang dan aksen hitam dan kuning lengkap dengan pedang dipunggungnya dan mahkota di kepalanya.
Kawarasan merupakan tradisi leluhur Suku Minahasa, Sulawesi Utara serta merupakan tarian Ksatria Minahasa yang disebut dengan “Waraney”.
Adapun arti dari “Kawarasan” yaitu melindungi tanah hingga kehidupan. “Kawa” berarti ‘melindungi’ dan “asaran” memiliki arti ‘sama atau berlaku seperti’. Hal ini berarti Kawarasan menjadi sama dengan leluhur pada zaman dahulu, menjadi pelindung tanah, negeri, dan kehidupan.
Pakaian adat Kawarasan memiliki tiga simbol utama yaitu:
- “Gegenang” berarti ingatan
Simbol ini terdapat pada bagian kepala yang menggunakan bulu ayam jago. Hal ini mempunyai makna “melakukan perbuatan baik”.
- “Pemenden” berarti perasaan
Hal ini disimbolkan dengan “karai” berupa kulit kayu dan kalung, baik dari manik-manik, taring babi rusa, maupun kalung dari perunggu. Maknanya adalah manusia harus selalu menimbanng dengan perasaan tetapi tidak boleh sampai berlebihan.
- “Keketez” berarti kekuatan
Simbol ini terdapat pada ikatan-ikatan di tangan, kaki, dan pinggang. Ikatan yang telah di doakan ke Yang Maha Kuasa dan dipercaya bisa memberikan kekuatan bagi yang memakainya.
Tak hanya itu, atribut yang dikenakan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto juga memiliki makna, yaitu:
- Pedang atau Santi yang bermakna sebagai pembuka jalan, pemelihara, dan pelindung kehidupan.
- Atribut tengkorak yang menyimbolkan pemburu. (mm2/bud)