RADARJEMBER.ID – Ecoprint adalah sebuah metode mencetak kain yang mengandalkan pewarna alami, memberikan cara yang sederhan namun efektif untuk menciptakan pola yang khas dan otentik.
Metode ini melibatkan kontak langsung antara daun, bunga, batang, atau bagian tanaman lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu.
Di Jember, salah satu produk ecoprint yang menonjol adalah karya Dharma Wanita Persatuan Balai Taman Nasional Meru Betiri (DWP TN Meru Betiri). Tujuan mereka adalah memanfaatkan lingkungan untuk menghasilkan karya bernilai ekonomi, yang kemudian diperluas ke desa-desa penyangga di Kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).
Beragam Manfaat dan Keunggulan Ecoprint
- Ramah Lingkungan
Ecoprint menggunakan bahan baku alami dari tanaman sehingga mengurangi limbah berbahaya.
- Minim Limbah
Dalam proses ecoprint tidak menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan
- Kekayaan Warna dan Motif
Pewarna alami dari tanamn menghasilkan warna dan motif yang menarik
- Nilai Seni Tinggi
Hasil ecoprint bukan hanya produk fungsional, tetapi juga menjadi suatu karya seni yang bernilai tinggi.
- Potensi Bisnis
Keunikan dan nilai seni dari produk ecoprint dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi.
Proses Pembuatan Ecoprint
Dalam pembuatan ecoprint, terdapat dua teknik utama: Teknik Iron Blanket dan Teknik Pounding
- Teknik Iron Blanket
- Rendam kain dengan larutan tawas selama 10 menit untuk mengawetkan pigmen warna
- Rendam daun di larutan cuka untuk mengeluarkan zat warna daun
- Tempelkan daun-daunan diatas kain dengan posisi tulang daun dibawah
- Gulung dengan pipa paralon
- Ikat denga tali
- Kukus selama 2 jam
- Angkat dan ambil daun-daunan secara perlahan
- Jemur dan ecoprint siap di jahit menjadi berbagai kerajinan seperti baju, tas, dan lainnya.
- Teknik Pounding
- Bentangkan kain
- Tempelkan daun-daunan
- Pukul dengan palu hingga warna daun menempel dengan kain
- Angkat daun secara perlahan
- Jemur hingga keirng
- Rendam kain dalam larutan tawas
- Jemur kemballi hingga kering
Pemilihan Tanaman
Menentukan apakah tanaman dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam ecoprint melibatkan penailaian terhadap warna, kadar air, dan aroma tanaman. Kadar air secara signifikan mempengaruhi keberhasilan proses ecoprinting.
- Tanaman dengan aroma kuat dapat menjadi pewarna alami.
- Jika suatu tanaman meninggalkan noda ketikaa digosokkan ke kain, maka tanaman tersebut bisa digunakan sebagai pewarna alami.
- Jika daun mengubah warna air panas saat direndam selama 10 menit, tanaman tersebut juga bisa menjadi pewarna alami.
Kain yang dapat digunakan
Tidak semua jenis kain cocok untuk ecoprinting, hanya kain serat alami yang bisa digunakan. Hail ini memastikan penyerapan warna dari daun ke serat benang berjalan efektif. Berikut adalah kain yang cocok untuk ecoprinting:
- Kain belacu
- Kain mori
- Kain dobby
- Kain paris
- Katun sari
- Katun sutra
- Kain katun (mm2/bud)