RADARJEMBER.ID – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengungkapkan pada tahun 2023 akan menyasar tiga kelompok yaitu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masyarakat perkotaan, dan generasi milenial mengenai harga baru rumah subsidi dalam proses penyusunan.
Generasi milenial atau masyarakat berpenghasilan tanggung adalah mereka yang tidak mendapatkan subsidi dan juga tidak mampu untuk membayar cicilan rumah. Hal ini bisa dibantu oleh sektor perbankan untuk bisa menyediakan produk pembiayaan KPR rumah bagi milenial dengan jangka waktu lebih panjang dan disesuaikan dengan karir dari milenial tersebut.
Kementrian Keuangan menetapkan aturan baru mengenai batas jual maksimal rumah tapak yang diberikan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi Rp 162 juta sampai dengan Rp 234 juta untuk tahun 2023.
Pada peraturan sebelumnya, batasan maksimal harga rumah yang dibebaskan oleh PPN adalah antara Rp 150,5 juta sampai Rp 219 juta. Dengan pembaruan ini membuat lebih banyak masyarakat dapat membeli rumah layak huni dengan harga terjangkau.
Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk membeli rumah bersubsidi dengan unit yang berkualitas. Berikut tips memilih rumah bersubsidi bagi para milenial.
- Siapkan Tabungan Beli Rumah
Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menabung dari hasil penghasilan. Simpan setiap bulannya minimal 30% dari penghasilan bulanan.
Persiapkan dana membeli rumah impian dalam 3 – 5 tahun ke depan. Pastikan kamu memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan serta dengan harga terbaik. Kamu tentu harus berkomitmen untuk membayar sisa angsuran bulan dalam waktu 5, 10, 15, hingga 25 tahun ke depan sesuai perjanjian.
- Kenali Rekam Jejak Developer
Beberapa developer bisa meminta hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan rumah dan mengajukan harga rumah bersubsidi yang mahal. Karena itu, pada saat developer menawarkan harga rumah ada baiknya untuk tidak langsung menerima tawaran tersebut. Lakukan perbandingan harga dengan properti serupa agar bisa mendapat kualitas dan harga terbaik.
Ada baiknya jika kamu dapat memilih developer hasil rekomendasi dari orang terdekat agar kamu dapat memastikan riwayat developer dan memiliki latar belakang jelas.
- Pertimbangkan Lokasi Rumah
Pastikan kamu memilih lokasi rumah yang strategis dan akses angkutan umum yang mudah. Lakukan survei secara langsung agar kamu dapat mempertimbangkan biaya transportasi dan waktu dengan jarak rumah dari kantor dan sekolah.
Penting untuk memerhatikan kawasan rumah yang tidak rawan banjir atau rawan bencana. Jika perumahan memiliki kawasan yang rawan banjir maka ada kemungkinan harga jualnya menurun dan kamu akan kesulitan untuk menjualnya kembali di kemudian hari.
- Ketahui Fasilitas dan Lingkungan Sekitar Rumah
Selain memperhatikan kawasan rawan banjir, kamu juga perlu memastikan fasilitas tempat tinggal seperti kualitas air, saluran air, kapasitas listrik, akses kendaraan pribadi, hingga panel listrik.
Serta perhatikan lingkungan sekitar yang memiliki akses jalan yang cukup untuk mobil, lingkungan bersih, dan fasilitas umum. Fasilitas umum di perumahan bisa berupa tempat ibadah, tempat olahraga, pusat perbelanjaan, hingga ATM juga perlu dipertimbangkan.
- Pastikan Kelengkapan Dokumen dan Legalitas Rumah
Selanjutnya, periksa kelengkapan dokumen dan legalitas rumah seperti sertifikat, IMB, PMB, hingga skema pembayaran KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Pilih produk PKR yang memberikan suku bunga rendah dengan masa hitungan bunga fix ynag panjang. Bunga tetap atau fix adalah suku bunga yang nilai nya tetap pada tingkat tertentu selama masa kreditnya berjalan.
Setelah itu pastikan juga rumah bebas sengketa dengan dokumen jual beli yang lengkap. (mm1/bud)
Editor : Radar Digital