PUGER, Radar Jember – Ratusan nelayan di Dusun Kalimalang dan Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Jember, melaksanakan kegiatan larung sesaji atau petik laut, Senin (7/8) pagi kemarin, di Pantai Cemara.
Petik laut itu merupakan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, petik laut dilakukan nelayan yang ada di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, dan nelayan di Desa Puger Wetan serta Puger Kulon, Kecamatan Puger.
Petik laut yang pertama digelar itu disambut antusias ribuan warga sekitar dan warga dari luar Desa Mojomulyo. Bahkan juga dari luar Kecamatan Puger. Sejak arak-arakan sesaji yang akan dilarung, ratusan warga sudah menunggu di sepanjang jalan yang dilalui sesaji.
Miniatur jukung yang berisi sesaji itu diarak sejauh 1 kilometer. Ara -arakan sesaji diikuti ratusan pelajar, mulai dari siswa SD dan siswa SMPN 3 Puger. Pelepasan sesaji yang akan dilarung ke tengah laut itu dilepas oleh Edy Purwanto, Kepala Desa Mojomulyo.
Setelah diarak sejauh 1 kilometer, jukung yang bersisi sesaji tersebut diarak menuju ke pantai. Namun, sebelum dilarung, terlebih dulu ada ritual di atas panggung. Terlihat anggota Satpolair Polres Jember di Puger dan Kapolsek Puger AKP Eko Basuki.
Sumarto, 45, warga setempat yang juga nelayan, mengaku bahwa larung ini yang pertama kalinya. “Saya menyambut baik bersama nelayan lainnya. Karena selain mempersatukan para nelayan, juga banyak pengunjung yang datang ke tempat larung. Sementara Pantai Getem (Cemara, Red) ada ribuan pengunjung yang datang,” jelasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, terlihat ribuan pengunjung yang datang ke Pantai Cemara ingin melihat secara langsung. Sebab, beberapa hari sebelumnya petik laut dilakukan nelayan di Pantai Payangan, Ambulu, dan nelayan di Desa Puger Wetan dan Puger Kulon, Kecamatan Puger. (jum/c2/bud)
Editor : Radar Digital