KALIWATES, Radar Jember - Sudah 20 tahun JFC digelar. Selama itu pula taman median jalan di Jalan Gajah Mada selalu rusak pasca-event. Alhasil, banyak tanaman yang tak bisa diselamatkan. Antisipasinya yang minim atau masyarakatnya yang terlalu abai?
Presiden JFC Budi Setiawan mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Event tahunan itu selalu saja meninggalkan kerusakan fasilitas umum. Bahkan sampah yang berserakan di sepanjang runway. “Tahun pertama saat terjadi itu sudah kami sampaikan kepada publik. Seharusnya kita punya kepedulian,” ucapnya, kemarin (6/8).
Tak hanya peduli soal sampah, tetapi juga tidak merusak tanaman di fasilitas umum. Menonton tanpa merusak adalah hal yang perlu diedukasikan. Dia menjelaskan, edukasi harus dilakukan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. “Di dalam event apa pun kalau menonton tanpa diiringi kesadaran menjaga apa yang ada, akan terjadi hal yang sama. Proses edukasinya harus dijalankan,” terangnya.
Iwan menjelaskan, Dinas Cipta Karya sebelumnya telah memberikan pembatas bambu di sekeliling taman. Namun, tetap saja tanaman di Jalan Gajah Mada itu rusak. Menurutnya, hal itu adalah persoalan kultur. Sikap abai yang masih menjadi kebiasaan masyarakat dan perlu upaya keras dari banyak pihak untuk menangani. Bukan hanya setelah event, tapi jauh sebelumnya melalui edukasi.
Apabila sudah diberikan edukasi tetapi belum dipedulikan, tambahnya, maka perlu diberikan sanksi. “Perlu dikasih sanksi perlahan bagi mereka yang di area publik membuang sampah dan merusak sarana publik,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPR KPCK) Jember Rahman Anda mengatakan, soal taman median di Jalan Gajah Mada yang rusak akan segera dilakukan penyulaman kembali. Ada anggaran khusus untuk perawatan tanaman secara rutin. “Termasuk bibit-bibit sudah disiapkan untuk lokasi yang mengalami kerusakan,” paparnya.
Untuk mengantisipasi hal itu terulang lagi, pihaknya mempertimbangkan pembuatan desain taman minimalis. Tidak banyak tanaman perdu, tetapi lebih perbanyak pohon-pohon atau tanaman yang ukurannya lebih tinggi. Di sisi lain, pemeliharaan juga akan terus dilakukan untuk menjaga taman median di setiap RTH Jember, agar tetap terawat. Selain itu, yang rusak bisa langsung ditangani. (sil/c2/dwi)
Editor : Safitri