Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

DPRD Jember Sebut Hotel Kebonagung Seperti Kandang, Simak Ulasannya..

Safitri • Minggu, 6 Agustus 2023 | 01:21 WIB

 

CEK KELAYAKAN: Pimpinan Komisi B DPRD Jember saat meninjau langsung kondisi dan tampilan Hotel dan Kolam Renang Kebonagung, Kamis petang (3/8) kemarin.
CEK KELAYAKAN: Pimpinan Komisi B DPRD Jember saat meninjau langsung kondisi dan tampilan Hotel dan Kolam Renang Kebonagung, Kamis petang (3/8) kemarin.

SUKORAMBI, Radar Jember - Salah satu aset dan destinasi wisata milik Pemkab Jember, berupa Hotel dan Kolam Renang Kebonagung, belakangan menuai sorotan. Hal itu lantaran aset pemda ini dianggap kurang mendapat perhatian.

Padahal saat perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) kali ini, Hotel dan Kolam Renang Kebonagung dijadikan salah satu jujukan untuk guest star dan sejumlah talent dari Taman Safari Indonesia, Prigen, yang akan turut meramaikan Pets Carnival, di JFC nanti.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Harry Agus Triono mengaku, selama ini pihaknya memang belum banyak melakukan perubahan terhadap tampilan fisik Hotel dan Kolam Renang Kebonagung.

Menurut Harry, saat JFC ini telah berupaya mempromosikan berbagai destinasi wisata Jember, baik yang dikelola swasta maupun milik Pemda Jember sendiri. Termasuk salah satunya jujukan Hotel dan Kolam Renang Kebonagung tersebut. "Kami punya live brosur, punya scan barcode. Kami juga telah diskusikan kepada masing-masing hotel, sehingga orang atau pengunjung akan tahu beberapa destinasi wisata Jember ini ada apa saja," kata Harry saat dikonfirmasi seusai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi B DPRD Jember, kemarin (2/8).

Harry mengaku, selama ini pihaknya banyak mendapat masukan dari Komisi B DPRD Jember selaku mitra kerja Disparbud. Pihak legislatif juga menyarankan Disparbud mengalokasikan anggaran untuk peremajaan destinasi wisata milik pemda. Seperti Hotel dan Resto Rembangan, Pemandian Patemon Tanggul, dan Hotel serta Kolam Renang Kebonagung.

Anggota Komisi B, Nyoman Aribowo, menyebut alasan mengapa selama ini aset wisata Hotel dan Kolam Renang Kebonagung itu kurang begitu dilirik wisatawan. Selain karena tidak ada nuansa baru, fasilitas yang ada masih ala kadarnya. "Coba lihat kamar di Hotel Kebonagung itu, nyaris seperti kandang. Dibanding rumah warga miskin, mungkin masih lebih bagus punya mereka," ucap Nyoman.

Komisi B menyarankan, Disparbud seharusnya bisa lebih kreatif mendesain dan mengelola pariwisata Jember. Terlebih, sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas keempat Bupati dan Wakil Bupati Jember hari ini. "Pariwisata itu menjadi salah satu pengungkit perputaran perekonomian. Apalagi adanya JFC ini. Kami meyakini Hotel Kebonagung dan Rembangan itu masih produktif (menjanjikan, Red). Jadi, tolong Pak Kadisparbud, jangan takut menganggarkan. Anggarkan saja, misalnya untuk kamar," pinta Nyoman.

Sehari setelah menggelar RDP itu, Pimpinan Komisi B berinisiatif meninjau langsung lokasi dan kamar-kamar di Hotel dan Kolam Renang Kebonagung Sukorambi, Kamis petang (3/8). Saat itu, Sekretaris Komisi B David Handoko Seto memimpin jalannya inspeksi ke lokasi dan bertemu sejumlah petugas di Hotel Kebonagung. (mau/c2/dwi)

 

Editor : Safitri
#Jember #Kebonagung #Hotel