JEMBER, RADARJEMBER.ID - Pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC) dimulai hari ini (4/8) sampai Minggu (6/8) mendatang. Akan ada beberapa ruas jalan yang ditutup selama event berlangsung.
Ribuan personel gabungan akan diterjunkan menyebar ke berbagai lokasi untuk pengamanan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya menyampaikan, ada 13 titik persimpangan yang akan ditutup sementara pada hari ini dan besok. Penutupan jalan hari ini dimulai pada pukul 12.30. Sedangkan besok pada pukul 17.30 sampai selesai.
Ini perlu diketahui oleh para pengendara yang berniat melakukan perjalanan pada hari-H agar bisa mencari jalur alternatif.
Sejumlah ruas jalan yang akan ditutup ialah simpang empat SMPN 2 Jember, Jalan Kartini, dan Argopuro (kecuali roda dua). Kemudian, simpang tiga Wijaya Kusuma, Al Huda, Jalan Kenanga, Jalan A. Yani, Jalan Teratai (kecuali roda dua), Jalan Citarum (kondisional), Jalan Fatahillah, JPO Jompo, Jalan HOS Cokroaminoto, sisi selatan arah Rasulta, dan pos polisi 12.0. “Ini yang harus diketahui masyarakat,” ucap Agus, kemarin.
Selama event internasional itu berlangsung, pihaknya juga telah menyediakan kantong parkir berkapasitas 2.670 kendaraan roda dua, 536 roda empat, dan 50 truk atau bus. Tersebar di 25 lokasi yang bisa dilihat pada grafis.
Selama acara, masyarakat yang ingin menonton bisa berada di balik pagar-pagar pengaman di sepanjang jalan yang dilalui talent. Pihaknya melarang menonton JFC dari jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Gajah Mada dan Jalan Sultan Agung. “Bahaya itu, karena sudah sangat rapuh,” terangnya.
Demi keselamatan penonton, larangan itu dikeluarkan dengan pertimbangan keamanan. Banyaknya penonton yang dibiarkan naik di JPO, tambahnya, berpotensi melebihi kapasitas yang seharusnya.
Spanduk dipasang di setiap tangga, akses masuk ditutup dengan bambu, dan sejumlah personel penjaga akan ditempatkan di setiap JPO.
Ribuan personel gabungan Dishub, Polres, Kodim, hingga Pol PP Jember akan dikerahkan untuk pengamanan. Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait manajemen sampah demi kebersihan selama dan setelah event.
Pengalihan arus lalu lintas (lalin) dari, menuju, dan atau melalui jalur selama JFC telah disiapkan. Pengendara yang berasal dari Surabaya tujuan Bondowoso diarahkan melewati Simpang Empat Mangli, belok kiri Jalan Udang Windu, Jalan Bandeng, Jalan Mujahir, Jalan Arowana, Simpang Empat Kebonagung belok kiri ke Jalan Cempaka, Jalan Merak, Simpang Empat Slawu, Jalan Cendrawasih, belok kiri ke Jalan dr Soebandi, hingga lampu merah Patrang.
Dari Surabaya menuju Banyuwangi dialihkan dari Simpang Empat Mangli belok kanan melewati Jalan Otista, Jalan MH Thamrin, simpang tiga Bandara Notohadinegoro, Jalan Basuki Rahmat, lampu merah Gladak Pakem belok kanan melewati Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Yos Sudarso, sampai lampu merah Wirolegi belok kanan.
Arus yang datang dari arah Banyuwangi tujuan Bondowoso diarahkan melewati Simpang Tiga Terminal Pakusari. Dari Jalan Borobudur, Jalan Prambanan, Jalan Sarangan, Jalan Tapak Siring, lampu merah Antirogo, belok kanan lurus ke Bondowoso.
Arus yang datang dari arah Banyuwangi tujuan Surabaya diarahkan melewati simpang tiga lampu merah Wirolegi, belok kiri Jalan Yos Sudarso, Jalan Wolter Monginsidi, lampu merah Gladak Pakem belok kiri, Jalan Basuki Rahmat, Simpang Tiga Bandara belok kanan ke Jalan MH Thamrin, lampu merah Ajung belok kanan ke Jalan Otista, lampu merah Mangli belok kiri, lurus arah Lumajang atau Surabaya.
Dari arah Bondowoso tujuan Banyuwangi diarahkan melalui simpang tiga lampu merah Antiorogo. Melewati Jalan Tapak Siring, Jalan Sarangan, Jalan Prambanan, Jalan Borobudur, Terminal Pakusari belok kiri lurus ke Banyuwangi.
Pengendara yang datang dari arah Bondowoso tujuan Surabaya diarahkan melewati simpang tiga lampu merah Patrang sampai dengan lampu merah Mangli. Melewati Jalan dr Soebandi, Jalan Cendrawasih, Jalan Merak, Jalan Cempaka, Jalan Arowana, Jalan Mujahir, Jalan Bandeng, Jalan Udang Windu belok kanan, lurus ke arah Lumajang hingga Surabaya. (sil/c2/nur)
Editor : Safitri