Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jemaah Menangis Meninggalkan Barang di Madinah

Safitri • Selasa, 1 Agustus 2023 | 20:21 WIB

 

SIAP BERANGKAT: Suasana jemaah haji Indonesia di bandara Madinah yang hendak terbang ke tanah air.  
SIAP BERANGKAT: Suasana jemaah haji Indonesia di bandara Madinah yang hendak terbang ke tanah air.  

MADINAH, Radar Jember - Enam kloter jemaah haji Jember telah tiba di Jember. Terakhir, kloter 69 telah tiba di Jember pada Minggu (30/7) malam. Sedangkan kloter 88 Jember masih berada di Madinah.

Muhammad Yasin, jemaah kloter 88, mengatakan, proses ibadah salat Arbain terus dijalankan hingga lengkap 40 waktu di Masjid Nabawi. Jadwal ziarah religi sudah dilaksanakan satu kali pada Kamis (27/7) lalu. Di sela-sela itu, jemaah juga mulai menata koper besarnya yang akan dibawa pulang.

Seluruh jemaah tengah mempersiapkan isi koper agar tidak melebihi berat maksimal 32 kilogram yang telah ditetapkan pihak Arab Saudi.

Jemaah berusaha memenuhi koper semaksimal mungkin dengan oleh-oleh hasil belanja di Madinah. Barang bawaan melebihi kapasitas juga sangat diantisipasi agar kejadian yang sama di kloter 68 tidak terulang kembali.

Honest Dody Molasi, jemaah haji kloter 68, mengungkapkan, puluhan jemaah harus meninggalkan sejumlah barangnya di Bandara Madinah karena melanggar aturan maskapai. Aturannya, hanya tiga tas yang sudah diberikan pihak maskapai boleh dibawa.

Satu koper besar kapasitas 32 kilogram untuk bagasi, satu koper kecil maksimal 7 kilogram untuk kabin, dan satu tas selempang kecil untuk paspor.

Maskapai menerapkan aturan sangat ketat. Dody menjelaskan, saat jemaah tiba di bandara, petugas langsung mengarahkan dan memeriksa bawaan jemaah. “Banyak jemaah yang terpaksa meninggalkan barang-barang mereka di bandara,” tuturnya sesaat sebelum take off menuju Bandara Djuanda, Jumat (28/7).

Barang-barang yang ditinggal itu seperti pakaian. Bahkan baju yang rencananya dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di Jember harus kandas. Ada juga sejumlah makanan ringan yang rencananya dijadikan camilan saat di dalam pesawat juga harus ditinggal.

Ketua ISNU Jember itu mengatakan, jemaah yang tidak menaati aturan maskapai tersebut beranggapan pemeriksaan tidak akan seketat itu. Rata-rata, kata dia, jumlah tas yang dibawa melebihi ketentuan. Nekat membawa satu tas tambahan di luar pemberian pihak penerbangan. Akibatnya, banyak jemaah yang menangis karena barang kelebihannya tidak boleh dibawa pulang.

Selain itu, di dalam koper jemaah juga masih banyak ditemukan barang-barang yang dilarang untuk dibawa dalam pesawat. Seperti korek api, gunting, dan pisau. “Akibatnya, koper jemaah harus dibongkar untuk mengeluarkan barang-barang tersebut,” beber Dody. (sil/c2/dwi)

Editor : Safitri
#Jember #Salat Arbain #Haji