KEPATIHAN, Radar Jember – Upaya untuk mempercantik wajah Kota Jember pada alun-alun yang direncanakan tahun ini belum tereksekusi hingga berita ini ditulis, kemarin (27/7). Penyebabnya, proses tender yang sempat dilangsungkan gagal. Oleh karena itu, pemerintah melalui instansi terkait merencanakan adanya tender ulang.
Seperti diketahui, rencana peremajaan Alun-Alun Jember sudah tertuang dalam LPSE Pemkab Jember. Alokasi anggarannya sekitar Rp 7,3 miliar, dari pos APBD 2023. Meski begitu, proses tender yang pernah dilakukan tidak berjalan sesuai harapan. “Tahapan proses lelang gagal, tender akan di-retender atau tender ulang,” kata Rahman Anda, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Kabupaten Jember.
Dijelaskan, gagalnya tender peremajaan alun-alun karena ada beberapa persyaratan administrasi yang harus dilengkapi, namun tidak sepenuhnya lengkap. Oleh sebab itu, Rahman menyebut akan kembali mempertimbangkan waktu untuk pelaksanaan tender ulang. Meski begitu, waktu tepatnya belum dijelaskan. “Segera kami retender lagi. Harapannya Agustus sudah ditender,” ucapnya.
Rencananya, peremajaan alun-alun akan dimulai dari perbaikan trotoar. Akses publik, termasuk untuk disabilitas dan anak-anak, akan dibangun lebih layak. Fungsi ruang terbuka hijau (RTH) serta berbagai fasilitas lainnya akan dimaksimalkan. Hal ini, menurut Rahman, akan dilakukan secara bertahap.
Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem Jember David Handoko Seto menilai, peremajaan pusat kota itu sudah kurang tepat dari awal. Menurutnya, tidak ada konsep yang dipaparkan kepada anggota legislatif. Namun, langsung masuk ke dalam DPA DPRKPCK. Hal itulah yang menjadi penyebab gagalnya tender. “Kami menyangsikan apakah proyek alun-alun ini dilanjut,” tegasnya.
Oleh sebab itu, David meminta agar pemkab mengkaji kembali rencana tender ulang peremajaan alun-alun. Dia khawatir pengerjaannya tidak bisa diselesaikan. Terlebih, menurutnya, panitia pelaksana belum melakukan review tender ulang akan dibuka. Selain itu, pengerjaannya dinilai belum merupakan hal yang harus segera dilakukan. “Meskipun gak direnovasi, masyarakat Jember gak akan kelaparan,” imbuhnya.
Dia juga menyarankan, seharusnya pemkab menggunakan anggaran yang lumayan besar tersebut untuk hal-hal yang mendesak. Seperti pemberian bantuan untuk petani tembakau yang menjadi korban cuaca ekstrem. Selain itu, anggaran untuk kebencanaan menurutnya juga harus diperbanyak. “Banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan juga,” pungkasnya. (ham/c2/nur)
Editor : Safitri