JEMBER, RADARJEMBER.ID- Minat baca masyarakat Indonesia terbilang rendah. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Marisa Latifa Dinar, pengiat literasi di Jember. Uniknya dia tidak hanya mengajak generasi muda membaca, melainkan juga menulis sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Perempuan itu terlihat sibuk menata buku di sebuah ruangan. Tangannya dengan lincah mengambil buku demi buku untuk diletakkan di rak yang sudah disediakan. Sesekali tangannya terlihat memegang keningnya, layaknya orang yang sedang berpikir. Uniknya tidak tampak ekspresi kelelahan di wajahnya.
Orang tersebut adalah Marisa Latifa Dinar, pengiat literasi di Jember. Dia berhasil menerbitkan dua buku antologi dari beberapa penulis yang sudah dipilih sebelumnya. Buku itu dicetak oleh penerbit nasional. Bahkan saat ini sudah diedarkan di salah satu universitas di luar negeri. Dia merupakan pustakawan di Bank Indonesia Jember, yang memiliki cita-cita agar dunia literasi tidak dipandang rendah. Terlebih minat baca masyarakat masih minim, oleh sebab itu berbagai cara dilakukan.
Sebelum menjadi pustakawan, Marisa sama sekali tidak memiliki latar belakang dunia pustakawan. Dia memutuskan untuk terjun ke dunia literasi, setelah ada peristiwa Gunung Merapi meletus beberapa tahun lalu. Niat awalnya hanya memberikan trauma healing bagi para korban dengan literasi. Namun ternyata hal itu justru mendapatkan tanggapan baik dari masyarakat. “Waktu itu kami mau memberikan trauma healing dengan literasi membaca sebenarnya,” ucapnya.
Dari hal itu, dia memutuskan untuk membuat komunitas literasi di Yogyakarta bersama teman mahasiswanya yang lain. Saat ini, komunitas tersebut sudah tersebar di sepuluh kabupaten dan kota di Indonesia termasuk Jember. Meski sudah berkembang, Marisa masih terus mengamati apa yang kurang dari dunia literasi di Jember. Karena latar belakangnya adalah seorang periset.
Selang beberapa tahun, dia memutuskan untuk menjadi Pustakawan di Bank Indonesia Jember. Hasilnya, dia berhasil membawa lembaga tersebut ke tingkat nasional. Setelah karya tulisnya berhasil menjadi juara dalam lomba penulisan tingkat nasional. Selain itu, perempuan ini juga berhasil menghidupkan perpustakaan di tempat itu.
Perempuan kelahiran Jember ini, juga menuturkan para pegawai di bank tersebut tidak memiliki banyak waktu untuk membaca. Namun dia tidak kehabisan akal untuk membuat mereka membaca buku. Salah satunya dengan mengumpulkan informasi di media cetak dan bahan bacaan sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Pustakawan itu bukan hanya melayani orang yang datang untuk baca buku,” tuturnya sembari tertawa.
Pengalaman tersebut kemudian ditularkan kepada generasi muda di Jember. Dia menggelar lomba serupa dengan cara yang sama pula. Hasilnya sebanyak 15 penulis bersatu, mereka menggarap buku yang saat ini sudah diterbitkan oleh Perpusnas Press. Mereka dipandu langsung oleh Marisa untuk menggali data di wilayah yang menjadi objek tulisan. “Selama tiga hari kami tugaskan pemenang lomba ini, untuk cari data sebanyak-banyaknya,” pungkasnya. (nur)
Editor : Alvioniza