Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Keluarga Binaragawan Bali yang Meninggal Dunia Tertimpa Barbel 210 Kg

Safitri • Selasa, 25 Juli 2023 | 18:05 WIB

 

TINGGAL KENANGAN: Hendrik menunjukkan foto kakaknya, Justyn Vicky, di rumah Ajung, Kalisat, kemarin. Sang kakak meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di pusat kebugaran di Bali
TINGGAL KENANGAN: Hendrik menunjukkan foto kakaknya, Justyn Vicky, di rumah Ajung, Kalisat, kemarin. Sang kakak meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di pusat kebugaran di Bali
 

JEMBER, RADARJEMBER.ID - Duka membekas jelas di wajah Busia dan Hendrik. Warga Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, itu masih tidak bisa menyembunyikan raut kesedihannya. Sebab, putra sulung Busia, Justyn Vicky, seorang binaragawan asal Jember, meninggal akibat kecelakaan kerja, sepekan lalu.

Kabar kematian binaragawan sekaligus influencer kebugaran di Bali itu mendadak ramai, beberapa hari terakhir. Tak ada yang menduga lelaki bernama asli Herman Fauzi ini meninggal dunia. Bahkan, penjual pisang yang berada di Pasar Kalisat pun kaget.

“Kalau pulang ke Jember biasanya beli daging ayam, buah, dan sayur sendiri ke pasar. Kemarin itu penjual pisang kaget dengar kabar anak saya meninggal. Bilangnya terakhir ke penjual, ‘De, besok saya berangkat ke Bali’,” ujar Busia menirukan penjual pisang saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di rumahnya, kemarin.

Kedua mata Busia kembali berkaca-kaca. Sembari menahan sedih, dia kembali mengenang masa terakhir dengan anaknya tersebut. Busia menceritakan, setelah insiden itu, dirinya sempat menelepon putranya. Namun, panggilan itu belum juga tersambung.

Tak lama setelah itu, telepon video itu tersambung. Saat itu, Vicky sudah berada di kamar salah satu rumah sakit di Bali. “Minggu pagi pukul 9.30 WIB saya telepon. Dia bilang ‘Buk, kangen’. Terus, dia bilang ke pamannya mau operasi jam 3 sore (WITA, Red). Setelah itu dia menangis, terus teleponnya ditutup,” katanya.

Saat sedang telepon itu, hati perempuan 51 tahun tersebut hancur. Sebab, itu bisa menjadi kenangan terakhir bersama putranya. Lalu, setelah telepon itu, dirinya bergegas ke Bali untuk menengok. Namun, sesampainya di sana, putranya sudah tidak sadarkan diri.

“Anaknya baik. Dengan keluarga, tetangga, dan teman-temannya tidak pernah punya masalah. Kalau kata orang-orang ramah dan murah senyum. Termasuk di Bali. Banyak yang menyampaikan seperti itu ke saya,” lanjutnya.

Sementara itu, sang adik, Hendrik, menambahkan, kakaknya tersebut memang suka olahraga sejak kecil. Bahkan, kecintaan terhadap olahraga itu membuat dia dan kakaknya sering menjadi perwakilan atlet. Tetapi, soal olahraga angkat besi, kakaknya paling suka.

Dia tidak sempat ke Bali untuk menjenguk kakaknya. Namun, dia jelas mengingat pesan almarhum kepada dirinya. “Dek, jagain ibu. Udah, itu aja pesannya,” ungkapnya.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin, Hendrik hanya tertunduk. Dia tidak bisa berkata banyak mengenai kakaknya. Itu masih menjadi pukulan berat. Apalagi, kenangan bersama kakaknya itu sudah cukup lama. Tepatnya saat Lebaran, dirinya diminta sang kakak untuk memangkas rambut.

Seperti diketahui, Vicky, lelaki berusia 34 tahun itu, meninggal dunia setelah tidak berhasil mengangkat barbel seberat 210 kilogram di pusat fitness The Paradise Gym, Bali, Sabtu (15/7) lalu. Barbel yang diangkatnya jatuh mengenai leher hingga cedera parah. Dia sempat dirawat dua hari dan menjalani operasi. Namun, nyawanya tak tertolong. Jenazah binaragawan yang menyabet sederet prestasi itu dimakamkan di pemakaman umum rumah orang tuanya di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Senin (17/7) kemarin. (c2/nur)

Editor : Safitri
#Jember #Binaragawan #barbel #Justyn Vicky