AMPEL, Radar Jember – Jalan aspal yang cepat rusak setelah di-hot mix oleh Pemkab Jember membuat resah warga di Desa Ampel dan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Pemerintah desa bersama warga itu pun membuat kesepakatan agar truk tak memuat muatan melebihi tonase. Jika tidak, maka akan dilarang melintasi jalan kedua desa.
Spanduk larangan truk yang membawa muatan melebihi tonase itu pun dipasang di jalan di jalan Desa Ampel-Lojejer. “Perhatian, truk dengan muatan melebihi tonase dilarang melintas”, demikian sepenggal tulisan dalam spanduk yang dipasang di beberapa lokasi di dua desa itu.
Selama ini, jalan Desa Ampel yang menghubungkan dengan Desa Lojejer sudah mengalami kerusakan cukup parah. Terutama jalan di Desa Lojejer yang baru saja diaspal, kini sudah mulai rusak. Sebagian besar aspalnya bergeser dan mengelupas. “Sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor,” kata Muzaki, warga Desa Ampel.
Bahkan, ada jebakan lubang yang cukup dalam. Lokasinya ada di selatan SMPN 1 Wuluhan. Lubang itu tepat berada di tengah garis marka jalan. Sementara kerusakan yang fatal ada di jalan Desa Lojejer hingga di beberapa titik. “Sudah pernah ada pengendara sepeda motor yang terjatuh karena menghindari jalan rusak,” katanya.
Menurutnya, mayoritas warga sangat setuju atas pemasangan spanduk dengan mengatasnamakan masyarakat di dua desa itu. “Berarti bukan hanya pemerintahan desa yang merasa keberatan atas kerusakan jalan akibat banyaknya truk yang lewat melebihi tonase. Warga di dua desa itu juga merasa dirugikan. Jalan yang awalnya rusak parah dan sudah diperbaiki, sekarang sudah rusak lagi,” jelasnya.
Keterangan warga setempat, aspal jalan belum genap setahun. Akan tetapi, kondisi jalan aspal sudah banyak yang hancur. Jalan ini dibiayai dengan uang yang tidak sedikit, tetapi jalan sudah rusak. “Kalau hanya kendaraan truk yang lewat dan tidak melebihi tonase, mungkin tidak cepat rusak. Tetapi di sini, puluhan dump truck muatan berat. Ketika ada truk dengan muatan berat, warga di dua desa itu bisa bergerak. Pokoknya truk dengan muatan berat dilarang melintas di jalan yang menghubungkan dua desa ini,” tutur Muzaki.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kerusakan paling parah ada di jalan yang masuk wilayah Desa Lojejer. Jalan yang rusak antara titik satu dengan titik lain juga tidak terlalu jauh. Padahal jalan aspal yang sempat mengelupas itu pernah dilakukan perbaikan. Tetapi, saat ini kembali hancur dan aspalnya kembali mengelupas. (jum/c2/nur)
Editor : Safitri