JEMBER, RADARJEMBER.ID– Imbauan penertiban atau pembongkaran tugu perguruan silat secara mandiri direspon beraneka ragam. Ada yang menolak, ada pula yang mendukungnya.
Namun, hingga kini, belum ada satu suara yang dipedomani oleh seluruh perguruan silat di Kabupaten Jember.
Baca Juga: Sikap IPSI Jember Terkait Rencana Penertiban Tugu Silat: Perlu Pendekatan Persuasif dan Kontinu
Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember Jono Wasinuddin menyampaikan, surat yang dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur masih bersifat imbauan.
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pembongkaran tugu pencak silat di Jember tidak dilaksanakan.
Jono menjelaskan, ada sejumlah alasan yang perlu dipertimbangkan. Pertama, hubungan dan koordinasi antarperguruan sudah cukup baik. Hal itu membuat Jember kondusif.
Kedua, tugu dibangun oleh masyarakat yang berada di wilayah sekitar tugu. Dia mengklaim, adanya tugu tersebut membuat masyarakat senang, nyaman dan aman.
“Selain itu, tugu merupakan bentuk simbol budaya pencak silat dimana pencak silat adalah budaya asli bangsa Indonesia. Jadi, kita semua perguruan pencak silat termasuk pelestari budaya bangsa,” jelasnya.
Dia melanjutkan, setelah adanya imbauan itu, PSHT Jember tidak akan menambah tugu lagi.
Sementara itu, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Jember menanggapinya berbeda. Ketua IKSPI Cabang Jember Ari Firman Melandra mendukung imbauan tersebut. Akan tetapi hal itu perlu kajian lebih dalam.
“Keluarga IKSPI Jember sangat mendukung. Dalam artian, ini harus dikaji sebenar-benarnya. Karena dalam imbauan itu disebutkan pembongkaran pada tugu yang tidak sesuai peletakannya,” katanya.
Menurutnya, tugu pada fasilitas umum seperti samping jalan atau ruang terbuka hijau (RTH) perlu dibongkar.
Akan tetapi, pembongkaran itu harus dilakukan bersama-sama. Ini untuk meminimalisir konflik maupun perselisihan di lapangan. Yang jelas, jika penertiban itu dilakukan, pihaknya juga siap menjalankan.
“Memang tugu ini benda mati. Tetapi, kalau mau dibongkar juga harus dikaji bersama. Atau ada alternatif lain. Misalnya, ada tugu perguruan silat bersama. Tetapi, secara garis besar, IKSPI pusat sudah mengeluarkan maklumat. Apapun kebijakan pemerintah, kami akan menaati. Ini yang menjadi pedoman kami menjalankan organisasi,” terangnya.
Sebelumnya, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jember, Agus Supaat mengatakan, pihaknya bakal musyawarah dengan seluruh ketua perguruan silat di Jember. Hal itu untuk merumuskan langkah perguruan silat terhadap imbauan tersebut.
“Kalau soal menolak atau menerima itu sudah biasa. Memang perlu waktu dan penuh kehati-hatian. Karena pertimbangannya Jember ini sudah kondusif,” tegasnya, beberapa waktu lalu.(kin/bud)
Editor : Radar Digital