Ibu asal Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, itu tega mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri setelah membunuh dua anak lainnya yang tidak lain kakak dan adik RZ.
Kepala Dinsos Jember Akhmad Helmi Luqman menyebut kondisi psikologis RZ mulai pulih. Hal itu terlihat dari pantauan aktivitas sang anak oleh tim gabungan Dinsos bersama Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, beberapa hari terakhir.
“Kondisinya berangsur pulih. Kami selalu berkoordinasi dengan instansi lain. Juga dengan peksos (pekerja sosial, Red) Kementerian Sosial RI yang ada di Jember,” ujarnya.
Berdasar hasil beberapa pemeriksaan, trauma yang dialami RZ tergolong tidak berat. Oleh karena itu, pihaknya bakal memasifkan proses penyembuhan.
Dirinya berharap itu bisa semakin cepat. Lebih lanjut, usia RZ masih anak-anak, yaitu enam tahun. Hal itu berpotensi mempercepat penyembuhan trauma.
Selain langsung ke RZ, petugas juga melakukan penanganan khusus pada keluarga dan tetangga. Terutama masukan maupun sharing pola pengasuhan anak. Harapannya, RZ mendapatkan pengasuhan yang tepat. Sebab, itu juga bisa berpengaruh pada percepatan pemulihan trauma korban.
“Kalau trauma healing-nya ke anak-anak. Kami juga lakukan treatment ke keluarga, seperti masukan bagaimana menangani psikologis anak tersebut. Setelah peristiwa itu, kami intens mendampingi. Nanti akan kami lakukan pengawasan minimal dua kali dalam sepekan. Kami memastikan kondisi anak dan keluarganya pulih,” jelasnya.
Jika proses trauma mulai membaik dan pola asuh anak juga berjalan dengan semestinya, maka pihaknya bakal menarik diri pelan-pelan. Tentunya, pendampingan itu tidak lantas dihentikan. “Kami akan tetap melakukan monitoring secara berkala,” paparnya. (kin/c2/dwi)
Editor : Radar Digital