Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ngetrip Bareng ke Pantai Bandealit Jalurnya Ngeri-ngeri Sedap

Maulana Ijal • Minggu, 25 Juni 2023 | 17:34 WIB
Pantai Bandealit
Pantai Bandealit

JEMBER, RADARJEMBER.ID - Di balik keindahan yang ditawarkan Pantai Bandealit, ada harga yang harus ditebus pengunjung. Yakni perjalanan menuju lokasi wisata yang terasa ngeri-ngeri sedap. Karena aksesnya harus melewati kawasan hutan belantara Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Jika dari arah Jember kota ke Desa Andongrejo, berjarak sekitar 60 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Sementara dari Andongrejo ke Bandealit, berjarak sekitar 14 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Tentunya, menuntut fisik pengunjung maupun kendaraan dalam kondisi sehat walafiat. Karena selama perjalanan, bebatuan terjal (makadam) dan medan naik turun, siap menemani selama perjalanan. Jika beruntung, pengunjung dapat melihat lutung bergelantungan di pohon selama perjalanan.

Pantai Bandealit
Pantai Bandealit

Ya, karena di semua kawasan TNMB dihuni ratusan jenis flora dan fauna. Termasuk tanaman endemik macam Bunga Raflesia, atau spesies kucing besar yang terancam punah, macan tutul jawa (panthera pardus).

Ketua Pokdarwis Jawara Bandealit Desa Andongrejo Rohmad mengungkapkan, selama ini upaya mempromosikan Pantai Bandealit terus digencarkan. Meski begitu, soal akses masih jadi faktor minimnya minat wisatawan mengunjungi Bandealit.

"Biasanya pengunjung datang pada Sabtu Minggu itu, bahkan pernah ada pengunjung dari luar Jember harus balik kanan karena menyerah dengan medan ke Bandealit," kata Mad Seken, sapaan akrabnya.

Pantai Bandealit
Pantai Bandealit

Sebenarnya dari Pokdarwis telah menyediakan sejumlah fasilitas untuk memanjakan pengunjung. Seperti gazebo, kano, susur muara, tenda untuk bermalam, dan beberapa lainnya. Bahkan tersedia juga paket Wisata Adventure Bandealit seharga Rp 275 ribu per empat orang.

"Pengunjung akan diajak berkeliling menggunakan Jeep terbuka, menikmati kuliner dan kebudayaan lokal Desa Sidodadi, Kota Blater, Andongrejo, sampai masuk Bandealit, plus difasilitasi makan. Kalau bermalam hanya nambah tips Rp 75 ribu," jelasnya.

Mad Seken menambahkan, kawasan TNMB, termasuk Bandealit memang jarang terjamah, belum tersentuh pembangunan sejak jaman Belanda. Selain itu, aspal jalan, listrik dan telekomunikasi juga belum ada.

Karenanya, ia mengharap adanya pembangunan infrastruktur di sana. "Kalau infratrukturnya sudah hidup, akses wisata mudah, roda perekonomian bisa berputar. Bandealit pasti akan terkenal luas," tukasnya. (mau/nur)

FOTO-FOTO: TNMB - POKDARWIS JAWARA UNTUK RADAR JEMBER

Editor : Maulana Ijal
#Wisata #pantai bandealit #Pantai #Jujugan