SUMBERSARI, Radar Jember – Balita dengan gigi yang sehat, tidak gigis, dan tidak berlubang menjadi dambaan setiap orang tua. Namun, siapa sangka kebiasaan minum susu dengan dot sebelum tidur ternyata mempercepat gigi berlubang.
Baca Juga: Sumur Kering Akibat Kemarau Panjang di Jember, Perkiraan Ada 110 KK yang Terdampak
Dokter gigi di RS Gigi dan Mulut Universitas Jember (Unej), drg Elyda Akhya Afida Misrohmasari, mengatakan, ASI merupakan kebutuhan utama bayi yang baru melahirkan hingga umur dua tahun.
Ada kalanya ibu memberikan ASI lewat botol ataupun langsung. Ada juga setelah dua tahun, buah hatinya diberi susu formula lewat botol susu atau orang menyebut dot.
Minum susu dengan botol dot secara terus-menerus dan menjadi kebiasaan sebelum tidur ternyata juga tidak baik untuk kesehatan gigi balita. “Banyak yang tidak tahu memakai botol susu dalam jangka panjang itu dapat menyebabkan gigi bermasalah,” paparnya.
Agar mengurangi dampak buruk terhadap gigi anak, alangkah baiknya mengganti botol susu dengan gelas saja.
Dampak minum susu dengan botol susu atau dot, di antaranya bisa membuat gigi berlubang, apalagi diminum sebelum tidur. Berawal dari gigi berlubang tersebutlah, gigi gigis akan muncul.
Menurutnya, karies gigi pada anak Indonesia sangat tinggi. Karena waktu sikat gigit yang tidak tepat.
Waktu yang tepat itu setelah makan dan sebelum tidur. Kebiasaan memberikan botol pada anak sebelum tidur harap diubah.
Penggunaan botol susu sepanjang malam kepada anak-anak dengan jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan struktur gigi berubah dan cenderung berubah menjadi terbuka.
Sebuah penelitian oleh Asia Pacific Allergy menunjukkan, minum susu dengan botol sambil tidur dalam waktu yang lama dapat menyebabkan masalah pernapasan kronis pada bayi. “Maka dari itu, sangat disarankan hindari penggunaan botol susu. Dibiasakan harus minum dengan gelas,” ucapnya. (cad/c2/dwi)
Editor : Safitri