Alasan penanaman padi lagi dilakukan warga karena meyakini sumber air tetap melimpah. Selain itu, hama saat musim panas membuat petani lebih memilih padi untuk ditanam kembali. Namun demikian, kemarau panjang tetap patut diwaspadai oleh banyak orang.
Petani desa setempat, Jamsari, mengatakan saat, musim kemarau petani di desanya tetap banyak yang lebih memilih untuk menanam padi di lahan sawahnya. Hal tersebut karena hasil panen yang dapat dihasilkan jauh lebih tinggi daripada saat musim hujan.
Jamsari menjelaskan, hasil panen yang diperoleh saat musim kemarau dapat mencapai delapan ton untuk satu hektare lahan sawah. Sedangkan saat musim hujan hanya setengahnya. “Hal tersebut menjadi pertimbangan bagi petani untuk tetap memilih menanam padi saat musim kemarau tiba sekalipun,” ujarnya.
Dengan banyaknya faktor pendukung di Desa Pancakarya, tentu hal tersebut dapat dilakukan setiap memasuki musim kemarau. Salah satunya sumber air yang tetap berlimpah meski musim kemarau tiba. Dapat digunakan untuk pengaliran sawah dengan jenis padi yang membutuhkan banyak air sekalipun.
Selain hal itu, dia mengatakan, sedikitnya jumlah dan jenis hama yang dapat menyerang padi. Setelah masa panen selesai para petani tengah melakukan persiapan untuk musim tanam. Selanjutnya, dilakukan secara serentak dan dapat menjadi pencegahan lain terhadap hama yang dapat menyerang. “Penanaman yang dilakukan serentak juga dapat mengurangi jumlah hama penyerang padi,” tambahnya.
Saat musim panas lahan yang akan ditanami padi hanya membutuhkan satu kali pemberian obat dan dilakukan saat mempersiapkan lahan seperti sekarang. Jamsari juga mengatakan, dalam mempersiapkan musim tanam petani juga akan bergotong royong memperbaiki saluran aliran air. (mg1/c2/nur) Editor : Alvioniza