BACA JUGA : Pembahasan LPP APBD 2022 Mulai Dilakukan, Silpa Turun 82 Persen
Kemarin, kloter 55 takeoff dari Bandara Djuanda pukul 06.15, kloter 56 pukul 09.10, dan kloter 57 pukul 11.00. Kepala Kemenag Jember Akhmad Sruji Bahtiar melaporkan, proses keberangkatan jemaah berjalan dengan lancar. Pada saat pemeriksaan koper di embarkasi pun, kata dia, tidak terjadi masalah apa pun. “Alhamdulillah, sesuai dengan apa yang menjadi aturan yang diberlakukan,” tuturnya saat dikonfirmasi, pagi kemarin.
Hal yang sama juga pada saat pemeriksaan kesehatan. Bahtiar, yang juga ikut mendampingi jemaah di embarkasi, mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan seluruhnya baik-baik saja. Khusus untuk lansia yang rentan, tambahnya, diberikan kursi roda dan akan mendapatkan pendampingan khusus dari kementerian.
Jemaah haji Jember masuk dalam gelombang dua, sehingga miqat dilakukan di Jeddah. Bahtiar menuturkan, pada saat berangkat ke bandara para jemaah sudah berpakaian ihram lengkap. “Mereka langsung pakai baju ihram dan mengambil miqat di Jeddah, kemudian langsung umrah wajib,” papar pria berkacamata itu.
Pengambilan miqat dilaksanakan sesampainya jemaah di bandara yang ada di Jeddah. Lama penerbangannya, tambah dia, antara 11 sampai 12 jam. Miqat akan dilakukan dengan melaksanakan salat sunah dua rakaat, mengucapkan niat haji, kemudian bertolak ke Makkah melaksanakan umrah wajib.
Jemaah langsung melakukan ritual ibadah yang pertama dengan melantunkan talbiah sembari memasuki Masjidil Haram. Setelah itu, menuju hajar Aswad dan dilanjutkan tawaf tujuh kali putaran yang berakhir di hajar Aswad pula. Selanjutnya, jemaah melakukan sa’i dari Bukit Safa menuju Bukit Marwa, dan diakhiri dengan tahallul atau mencukur rambut.
Untuk berjaga-jaga di Tanah Suci, para jemaah sudah membawa sendiri obat-obatan dari Jember. Takut apabila obat di Makkah tidak cocok. Ini sebagai bentuk antisipasi agar siap sedia jika kondisi kesehatan mulai menurun. Ali Wafa, salah satu jemaah kloter 55 asal Desa Pace, Kecamatan Silo, mengaku membawa obat-obatan warung dan madu. “Saya minum sehari tiga kali madunya untuk jaga stamina tubuh,” ujarnya. Sementara itu, CJH Jember kloter 67, 68, dan 68 diharapkan mempersiapkan diri karena keberangkatannya dijadwal tanggal 17 Juni 2023. (sil/c2/nur) Editor : Safitri