Kepala Dinsos Jember Akhmad Helmi Luqman mengatakan, Sati dibawa ke RSD dr Soebandi untuk pemeriksaan benjolan di wajah. Benjolan sebesar kepalan tangan orang dewasa itu ditengarai sebagai tumor yang perlu segera diobati.
BACA JUGA: Nenek Sati Diobati di Liposos
“Hari ini, bersama dengan Kemensos, kami merujuk Sati ke RSD dr Soebandi. Setelah pemeriksaan, nanti tunggu hasil dokter bagaimana. Karena tindakan medis adalah kewenangan dokter,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Selain menderita benjolan di muka, perempuan yang tinggal di Dusun Karangkebon, Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe itu, juga terindikasi sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sebelum dibawa ke rumah sakit, ia telah mendapat pengobatan. Tim rehabilitasi dinsos memberikan obat agar Sati tenang dan bisa diajak berkomunikasi.
“Sementara ini, yang bersangkutan di Liposos. Karena memang keluarga sudah menyerahkan. Kondisinya mulai tenang, sudah bisa diajak ngobrol,” terangnya.
Sebelumnya, kondisi nenek Sati sempat menjadi perhatian publik di Jember. Video dan foto yang beredar membuat terenyuh. Rumahnya berantakan. Tak layak huni. Sebagian atap bolong dan berlantai tanah. Terlebih, wajahnya juga ada benjolan, membuat kondisi lansia itu sangat memprihatinkan.
Pemerintah daerah yang mengetahui kabar itu segera menerjunkan tim dari Dinsos Jember. Mereka mendatangi rumah Sati untuk melakukan evakuasi. Upaya itu ternyata tidak gampang. Sati sempat menolak dibawa ke Liposos, pondok sosial yang berada di bawah naungan dinsos.
Namun, setelah melalui proses panjang, upaya membawa Sati ke Liposos akhirnya membuahkan hasil. Ia dibopong oleh perangkat desa dan petugas Liposos. Sati didampingi Misyana, 32, dengan Mundiardi, 33, menantunya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital