Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Proyek JLS Terkendala Pembebasan Lahan, Pemkab JDiminta Menyelesaikan

Safitri • Rabu, 7 Juni 2023 | 19:57 WIB
TERUS DIKEMBANGKAN: JLS yang berada di sekitar Kecamatan Gumukmas ke arah Puger. Direncanakan JLS akan terus hingga ke arah timur Banyuwangi.
TERUS DIKEMBANGKAN: JLS yang berada di sekitar Kecamatan Gumukmas ke arah Puger. Direncanakan JLS akan terus hingga ke arah timur Banyuwangi.
SUMBERSARI, Radar Jember - Megaproyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Jember sejauh ini masih berlangsung. Namun, di tengah jalan menyisakan permasalahan pembebasan lahan yang berada di area lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Perhutani, dan kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

BACA JUGA : Kisah Dedy Tukang Las Naik Haji, Sempat Pontang-panting Biaya Pelunasan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember Jupriono menguraikan, sedikitnya ada sekitar 40 hektare lahan milik PTPN dan Perhutani yang menjadi jalur pembangunan JLS, dan harus dibebaskan. "Tinggal lahan milik Perhutani, PTPN dan TNMB. Kalau yang lain (tanah milik warga, Red) sudah dibebaskan dan sebagian telah dibangun," ungkapnya, Senin (5/6) lalu.

Menurut dia, tanah milik warga sudah masuk dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) dan tinggal dieksekusi. Sementara, untuk lahan milik PTPN, Perhutani, dan kawasan TNMB, masih dilakukan koordinasi dengan instansi terkait. "Kalau jalan yang masuk area TNMB, itu di-handle oleh Balai Besar Taman Nasional. Untuk lahan Perhutani dan PTPN, masih kami koordinasikan dengan dua instansi tersebut," sebut dia.

Jupri mengungkapkan, pihak PTPN dan Perhutani masih keberatan dengan jumlah pemotongan pohon. Hal tersebut menjadi batu sandungan realisasi pembangunan JLS. Bahkan itu juga dibahas saat rapat di Kantor Staf Kepresidenan.

Selain itu, lanjut dia, kesulitannya juga menyesuaikan trase antara sudut horizontal dan vertikal, untuk memastikan lalu lintas kendaraan di JLS bisa lebih lancar nantinya. "Di naik turunnya dan belok-beloknya dibuat lebih landai. Akibatnya berdampak pada panjang jalan. Selisihnya ada 16 kilometeran," sebut dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Jember memang ditugaskan untuk melakukan pembebasan lahan, mulai dari milik warga, cakupan tanah Perhutani, hingga milik PTPN. Bahkan, Pemkab Jember juga mengalokasikan dari APBD setiap tahun, untuk mendukung program pembangunan nasional tersebut.

"Tahun ini dianggarkan sebesar Rp 4 miliar, karena setiap tahun itu selalu dianggarkan, untuk mendukung program nasional. Kalau anggaran APBD kami kurang, kami mengajukan ke BSDN. Artinya, semua persoalan selalu dicarikan solusinya secara bersama-sama," katanya.

Ia melanjutkan, pembangunan proyek tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat yang fokus pada jalannya, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang fokus pada jembatan. Data dari pusat, kata Jupri, panjang JLS dari wilayah Paseban Kencong, Jember, hingga perbatasan Jember-Banyuwangi, sudah sepanjang sekitar 91, 56 kilometer. (mau/c2/bud)

  Editor : Safitri
#Jember