Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dampak Relokasi PKL di Jantung Jember, Pendapatan Turun hingga 60 Persen

Maulana Ijal • Kamis, 1 Juni 2023 | 16:30 WIB
TETAP SEMANGAT: PKL yang biasanya berjualan di dalam Alun-Alun Jember berderet di Jalan RA Kartini, Jember.
TETAP SEMANGAT: PKL yang biasanya berjualan di dalam Alun-Alun Jember berderet di Jalan RA Kartini, Jember.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) telah berjalan selama beberapa hari. Dari yang awalnya ada di dalam Alun-Alun Jember, kini mereka berjajar di sepanjang Jalan RA Kartini. Dengan relokasi sementara itu, pedagang mengalami penurunan omzet hingga mencapai 60 persen.

https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/01/06/2023/kendalikan-inflasi-dari-ancaman-el-nino/

Pedagang dimsum dan bakaran, Heri Purwanto, mengatakan, beberapa hari setelah pindah lokasi jualan, dirinya mengalami penurunan pendapatan hingga 50 persen dibanding sebelum relokasi. “Biasanya berjualan bisa membawa pulang uang Rp 100 ribu, sekarang hanya bisa setengahnya saja,” ucapnya.

Dia menyebut, di lokasi yang baru, kadang harus menunggu parkir kendaraan selesai agar dia bisa berjualan. Heri sering terhambat dengan adanya parkir yang masih berlaku di tempat relokasi yang ditentukan petugas. Tetapi, Heri hanya pasrah menerima ketentuan yang diberikan petugas.

Pedagang itu mengatakan, saat ini hanya bisa menunggu perkembangan satu bulan ke depan. Dia berharap pendapatan normal kembali seiring berjalannya waktu. Dia juga berharap agar renovasi atau pembangunan alun-alun bisa cepat dilakukan dan cepat selesai.

Pedagang lainnya, Yudi, mengaku, para PKL yang dipindah ke Jalan RA Kartini mayoritas mengalami penurunan pendapatan. Dia juga mengatakan, dengan adanya perpindahan, keuntungan yang didapatkan pedagang turun antara 40 sampai 60 persen.

Yudi berharap, dari relokasi itu bisa normal kembali dan alun-alun cepat diselesaikan pembangunannya. “Kalo dipindah lagi takut bentrok dengan pedagang lain, mengingat setiap lokasi saat ini sudah dipenuhi PKL,” jelasnya. (mg1/c2/nur) Editor : Maulana Ijal
#PKL