BACA JUGA : Guguran Lava Karangetang di Sulut Terpantau Mengarah ke Sejumlah Kali
Salah satunya truk Fuso pengangkut kayu glondongan dari arah Banyuwangi menuju Jember. Truk itu mogok tepat di jalan menikung KM 37.600 Jalur Gumitir, kemarin. “Gara-gara truk mogok itu, diberlakukan sistem buka tutup dari dua arah,” kata Fauzi, salah seorang pengendara yang melintas.
Kejadian yang sama terjadi dua hari sebelumnya. Bahkan ada dua truk yang mogok dalam sehari. Pertama, ada truk disel dengan pelat nomor N 9228 Y yang disopiri Faris, 27, warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Selanjutnya, baru truk pengangkut tebu yang akan dibawa ke Glenmore, Banyuwangi, mengalami mogok mesin.
“Sebenarnya sejak truk dengan muatan tebu ini sudah terasa sejak mulai naik ke Jalur Gumitir. Di bagian gardan ada yang bunyi keras. Tetapi, terus saya paksa hingga di puncak Gumitir. Ternyata di jalan menanjak dan mau menikung di Watu Gudang itu berhenti. Truk sempat berjalan mundur, tetapi tertahan dengan gardan yang rusak,” kata Faris.
Kapolsek Silo AKP M. Na’i mengimbau kepada sopir truk dengan muatan berat, sebelum berangkat untuk mengecek kesiapan mesinnya. Sebab, Jalur Gumitir merupakan jalan yang banyak tikungan dan naik turun. “Jadi, sebelum berangkat harus dicek dulu kelayakan. Apalagi dengan muatan berat,” kata mantan kasat polair Polres Jember di Puger itu. (jum/c2/bud) Editor : Safitri