BACA JUGA : Buta Huruf di Jember Didominasi Perempuan karena Pola Pikir 3M
Wiwik adalah satu pedagang makanan tradisional, yaitu cendol. Dia mendirikan warung cendol dekat dengan perbatasan Jember-Lumajang itu. Dia mendirikan warungnya sejak tahun 2021.
Wanita asli Puger tersebut mengaku, adanya jalur itu dapat menambah pendapatan keluarganya. Hal itu karena sebelumnya dia hanya sebagai ibu rumah tangga dan tidak memiliki penghasilan lebih.
Karena banyaknya penjual di daerah JLS itu, maka dia mencetuskan ide untuk menjual makanan tradisional dengan cita rasa yang alami dan khas, yaitu cendol. Cendol yang dibuatnya menggunakan tungku dan mangkuk yang terbuat dari tanah liat. “Saya ingin mempertahankan cita rasa tradisional dari cendolnya,” ujarnya.
Harga yang ditawarkan cukup murah, hanya berkisar Rp 5 ribu. Disajikan dengan dua pilihan, dingin menggunakan es batu atau tidak menggunakan es batu. Rasanya sangat khas, tidak terlalu manis, gurih, dan segar. (cad/c2/bud)
Editor : Safitri