Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspadai Potensi Kekeringan, Fenomena El Nino Diprediksi dari Arah Timur

Safitri • Sabtu, 27 Mei 2023 | 18:06 WIB
Ilustrasi kekeringan (SHUTTERSTOCK/Nexus 7)
Ilustrasi kekeringan (SHUTTERSTOCK/Nexus 7)
AJUNG, Radar Jember - El Nino menjadi salah satu ancaman kebencanaan yang mungkin terjadi di berbagai daerah. Tak terkecuali di Jember. El Nino merupakan suatu kondisi peningkatan suhu permukaan laut dan penurunan curah hujan di beberapa wilayah.

BACA JUGA : Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga Minta Tuntutan Jangan Seumur Hidup

Hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan, hingga mengurangi ketersediaan air untuk pertanian. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan, Jember dalam beberapa waktu terakhir sempat diterjang El Nino dalam bentuk kekeringan dan kekurangan air bersih. "Kita pernah mengalami kekeringan pada 2019 lalu di beberapa titik. Saat itu pemerintah menyediakan air bersih sampai 2 juta liter," ungkap Heru ketika dikonfirmasi, Rabu (25/5) lalu.

Heru menjelaskan, dari fenomena El Nino terakhir di Jember, biasanya fenomena yang sama akan mulai muncul dari beberapa titik dari arah timur Jember. Karena itu, risiko dan penanganan itu dirasa perlu menjadi perhatian bersama untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Salah satunya dengan cara memetik air hujan. "Maknanya memetik air hujan itu menyimpan resapan air hujan di sekitar kita. Jadi, memastikan lingkungan kita memiliki serapan yang baik," jelasnya.

Pihaknya telah mengantisipasi potensi kekeringan itu dengan berkoordinasi kepada sejumlah OPD terkait. Termasuk menggandeng perusahaan penyedia air bersih milik pemerintah daerah.

Sekretaris Komisi B DPRD Jember David Handoko Seto mengungkapkan bahwa soal kebencanaan memang tengah menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah saat ini. Upaya itu diwujudkan melalui rencana pembentukan Raperda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, yang merupakan raperda inisiatif eksekutif.

Menurut dia, raperda kebencanaan tersebut ingin memastikan desa-desa bisa membentuk desa tanggap bencana (destana). "Desa-desa perlu membentuk destana, dibiayai APBDes, merekrut kader dan relawan, hingga bisa mandiri mengantisipasi bencana," beber David.

Legislator yang juga mengetuai organisasi relawan kebencanaan, Baret Rescue Jember, itu menambahkan, penanganan kebencanaan itu memerlukan langkah cepat, tepat, dan efektif. Mengingat berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat. "Namanya bencana, datangnya tanpa diundang. Namun, itu menuntut kita selalu tanggap cepat, tepat, dan efektif," pungkasnya. (mau/c2/nur)

 

  Editor : Safitri
#Jember #el nino #Kekeringan